Sabtu, 29 Januari 2011

celoteh perjuangan ind,,raja


Kamis ini terasa berbeda,,namun sang pengajar hanya mempunyai wajah yang sama seperti dahulu, tak ada yang berbeda..mungkin yang berbeda adalah materi kali ini yang akan disampaikan. Kamu tahu, apa yang berbeda dengan kelas kemarin..saat ini ia mengajar matakuliah pengindraan jauh. Ya pengindraan jauh, yang saat ini sedang popular di kalangan masyarakat, terutama kaum terpelajar dan pengusaha untuk memastikan apakah hari ini hujan atau tidak. Saat ini memang sedang terjadi perubahan iklim yang ekstrem di belahan dunia manapun. Semua kalangan tercuri perhatiannya pada masalah cuaca. Negara yang sudah majupun masih kelabakan dibuat oleh ulah iklim ini. Bapak satu ini akan memberikan banyak materi dan pengalaman kepada aku dan teman-teman untuk mentransfer kelak kami telah menjadi seorang pengajar. Ya, pengajar. Pengajar yang mempunyai segudang pengalaman untuk muridnya. Bapak satu ini, mengumumkan kepada kami bahwasanya perkuliahan tidak mengikuti jadwal jurusan alias mengubah system masuk kuliah. Yang tadi awalnya jam 10 menjadi lebih cepat yaitu jam 08. Bapak ini rupanya memberitahu kami bahwasanya ia sedang menempuh gelar doktornya di pasca sarjana tempat kuliah kami. Menurutnya, ia ada jam kuliah pada jam 10, dan itu menunjukkan adanya bentrok pada jam kuliah kami. Aku hanya mahasiswi biasa yang  hanya mengikuti saja kemauan sang dosen, begitu pula teman-teman.
Awal masuk hanya membicarakan mengenai pengindraan jauh. Mungkin Negara kita yang saat ini sangat minim ilmu pengetahuan tentang teknologi modern. Jadi, akupun hanya termangu mendengar celotehan sang dosen. Mengenai bagaimana pengindraan jauh ini mulai, sampai saat ini sudah mulai high-tech. menggunakan citra satellite dari penggunann streoskope saku sampai cermin. Alat-alat itu semua kami gunakan saat praktek pengguanaan lahan. Sungguh menakjubkan bagiku. bagi Negara yang mempunyai 4 musim sangat berguana pengguanaan citra satellite ini. Karena ia sangat bergantung pada cuaca untuk mengerjakan aktivitasnya, celoteh dosenku.
Pengindraan jauh saat ini sudah mulai digunakan oleh banyak pengusaha, mereka memprediksi bagaiamana musim yang akan terjadi dengan hp blackberrynya. Membuka web bmkg, dan dalam beberapa menit sudah langsung terbuka. Berbeda dengan zaman nenekku dulu, yang hanya menggunakan jari dan prediksi bulan. Jika sudah masuk bulan berakhiran “ber” itu artinya sudah masuk musim penghujan. Mereka langsung bersiaga apa yang akan terjadi, entah angin kencang ataupaun hujan tiada henti, membuat repot aktivitas sehari-hari. Mereka hanya menggunakan pengalaman saja untuk mengira-ngira kapan terjadi hujan deras. Sulit memang jika hidup pada zaman itu, dengan peralatan seadanya, harus mempertahankan hidup.
Sang dosen melanjutkan kembali materinya. Ternyata alat foto udara  menggunakan system seperti mata kita. Menggunakan system 3 dimensi dengan dua kali jepret. Cantik bukan system kerja mata kita. Tuhan dengan segala kuasa-Nya sangat ampuh menghasilkan manfaat dari organ mata kita ini. Dengan mengguankan dua mata ini, kita sudah mampu melihat 3 dimensi. Kaget bukan dengan materi ini. Mungkin ada pertanyaan dalam benak kita, “bukannya barang yang ada di hadapan kita ini sudah berbentuk 3 dimensi? “…iya benar sekali. Namun ketika kita hanya menggunakan 1 sisi mata saja benda yang ada di hadapan kita hanya melihat dengan 2 dimensi saja, cobalah beberapa menit mata sebelah kiri atau kanan kita tutup. Hasilnya akan menunjukkan 2 dimensi. “ celoteh sang dosen.
Ia juga menceritakan betapa pesatnya ilmu akan pengindraan jauh ini, yang dahulu hanya digunakan untuk peperangan. Satu sama lain menggunakan untuk melihat siasat dan tingkah laku musuh. Layaknya mata-mata yang tak mau kecolongan sedikitpun. Saat ini, sudah tak zamannya lagi peperangan, segala sesuatu di ploklamirkan dengan azas hak asasi manusia  (HAM). Suatu Negara tak mungkin bertindak semaunya untuk mengambil apa yang ia inginkan seperti dahulu kala. Penjajahan yang tak berkprikemanusiaan telah dihapuskan, begitu isi Undang-Undang Dasar kami pada bagian pembukaan, yang setiap saat kami selalu dikumandangkan ketika sekolah dulu mengikuti upacara dengan khidmat, hey tahukah, ini merupakan upacara wajib yang dilakukan oleh seluruh kaum pendidikan di negeri kami. Dari mulai sekolah dasar sampai atas, semua pegawai sekolahpun ikut berdiri tegak menghadap sang saka merah putih. Walaupun tak semua kalangan sekolah melakukan upacara yakni sekolah keagamaan seperti pesantren. Mereka melakukan itu karena mereka mempunyai landasan pengetahuan yang cukup kuat, harus kita ketahui bahwasanya sesuatu ilmu ataupun pengetahuan harus dilandasi dengan teori dan dalil yang kuat. Tersenyum merekahlah diriku betapa segala sesuatu tak harus sesuai dengan kehendakku, semua orang mempunyai sudut pandang yang berbeda.
***
Ketika dahulu seorang geograf ingin menganalisis suatu lahan, diharuskan mengunjungi daerah tersebut. Karena kerepotan inilah para ilmuwan terus mengembangkan ilmunya untuk teknologi pengindraan jauh.. ketika dahulu orang luar negeri mulai menggunakan system computer sederhana untuk perang, Indonesia hanya menggunakan peralatan seadanya.miris. ketika system pembelajaran universitas di luar negeri menggunakan system citra satellite penggunaan high tech. kami hanya menggunakan stereoskop saku dan stereoskop cermin. Citra satelit hanya digunakan pada saat tugas ketiga yakni analisis gerak angin dan bentuk lahan. Peralatan di kampus tercinta kami memang sangat sederhana dan tak begitu lengkap. Satu hal yang kutanggapi positif mungkin pembiayaan iuran kami sepadan dengan kelengkapan pembelajaran kami, atau mungkin karena memang kami hany akan terjun pada dunia pendidikan yang penggunaan citra satelit tak begitu kami butuhkan untuk pengajaran murid kami. Suatu saat mungkin, generasi berikutnya dapat menikati high tech di kampus ini, Negara Indonesia tercinta.
Sang dosen berceloteh akan materi system pixel dan warna –warni yang tertera pada televise. Mengingat kembali akan sangatnya berharga benda yang bernama tv ini di seantero Indonesia. Ketika prestise didapatkan oleh seseorang jika mempunyai benda satu ini. Dahulu, mamaku terlahir dari keluarga yang amat memprihatinkan, ketika Negara ini mulai bangkit dari keterpurukkannya setelah terkuras habis harta dan raga keluarga kami. Lagi-lagi penjajahan yang membuat kami kuat akan pahitnya perjuangan seseorang untuk hidup dan menghabiskan sisa umur yang ada. Ketika dulu ibu hanya menjadi anak seorang pejual kripik singkong, itupun bapaknya hanya sebagai pegawainya. Radiopun tak ada, ia hanya mendengarkan radio ketika bulan puasa tiba, menumpang menjadi pendengar baik di salah satu kantor PPD, perusahaan bus pemda kala itu. Jika waktunya tiba yaitu setelah sholat maghrib, ibu dan teman-temanya mulai berlari menuju rumah seorang saudagar yang dibilang kaya pada zamannya. Ketika itu, hanya ada tv hitam putih, tanpa warna ! bayangkan jika kita saat ini tidak menemukan teknologi ini, akan terjadi kemacetan dimana-mana. Karena lampu lalu lintas tidak berwarna.  Sedikit kita kembali mengingat akan seorang Vladimir yang lahir di Rusia, 30 Juli 1889. Dia menyempurnakan tabung katoda yang dinamakan kinescope. Temuannya mengembangkan teknologi yang dimiliki CRT. Dia bekerja di perusahaan elektronik RCA dan selama 1930 hingga 1940-an, perusahaan itu memanjakannya dengan menguras dana US$ 150 juta untuk produksi teknologi televisi. Keterbukaan Zworykin pada kritik, membuatnya menemukan penemuan baru lagi. Sebuah kamera tabung. Ini melengkapi teknologi televisi tabung penemuannya. Penemuan itu dinamakannya iconoscope, berasal dari bahasa Yunani, icon yang berarti citra dan scope yang berarti mengamati. Ia meninggal karena usia tua pada 29 Juli 1982. Dialah yang kemudian sebagai Sang Penemu Televisi. (1889-1982). Mungkin tidak sampai ia wafat, namun perkembangan terus berlanjut sampai tv tercanggih saat ini ada yaitu tv berjenis LCD. Tv yang sangat tipis, hebat bukan main. Oh iya, televisipun tak tertinggal akan adanya sumbangsih ilmu gelombang elektromagnetik. Sang dosen, menceritakan sedikit tentang gelombang aneh ini. Tak terlihat namun sangat berguna bagi kehidupan sehari-hari ini. Beliau bercerita bagaimana keanehan yang akan terjadi jika kita semua penduduk dunia melihat berbagai macam data berlalu-lalang diatas kepala kita. Tak terbayangkan. Sayangnya, materi gelombang elektromagnetik ini hanya mampir beberapa detik di kelas kami. “jika anda ingin memperdalam, silakan nanti di belakang belajar bersama atau pindah ke bangku universitas gajah mada atau Indonesia. Iri sekali ku mendengarnya. Tapi tak apa, mungkin suatu saat universitas ini akan mengembangkan sayapnya di bidang ini.
*******
Bersambung…cerita selanjutnya bakalan seruu chekidot…
Sumber data : http://fadlymolana.wordpress.com/2009/01/06/televisi/

Kamis, 27 Januari 2011

sejarah nama kunyahku di lptn

setelah memikirkan dengan matang-matang, akhirnya gue menetapkan ummu salamah sebagai nama kunyah ditempat pengajian. oh iya, nama kunyah itu sunnah loh.. waktu itu pak ustadz meminta agar para tholabul 'ilm punya nama kunyah. biar gampang manggilnya dan juga menurut gue mengaplikasikan ilmu agama islamtentunya menyiarkan juga. pada awalnya gue ga tau sejarah yang punya hak paten nama itu, ummu salamahradhiyallohu 'anha, istri nabi salallohu 'alayhi wassallam. waktu itu gue cuma nemu sedikit kisah tentang belio. eh, ga sengaja gue nemuin bener-bener riwayat hidupnya beliau di salah satu web internet. nah sekarang guemau kasih tau nih tentang kisah hidup beliau ummu salamah radhiyallohu 'anha. yuk simak :


Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anha

Ummu Salamah adalah seorang Ummul-Mukminin yang berkepribadian kuat, cantik, dan menawan, serta memiliki semangat jihad dan kesabaran dalam menghadapi cobaan, lebih-lebih setelah berpisah dengan suami dan anak-anaknya. Berkat kematangan berpikir dan ketepatan dalam mengambil keputusan, dia mendaparkan kedudukan mulia di sisi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam.. Di dalam sirah Ummahatul Mukminin dijelaskan tentang banyaknya sikap mulia dan peristiwa penting darinya yang dapat diteladani kaum muslimin, baik sikapnya sebagai istri yang selalu menjaga kehormatan keluarga maupun sebagai pejuang di jalan Allah.
Nama sebenarnya Ummu Salamah adalah Hindun binti Suhail, dikenal dengan narna Ummu Salamah. Beliau dibesarkan di lingkungan bangsawan dari Suku Quraisy. Ayahnya bernama Suhail bin Mughirah bin Makhzurn. Di kalangan kaumnya, Suhail dikenal sebagai seorang dermawan sehingga dijuluki Dzadur-Rakib (penjamu para musafir) karena dia selalu menjamu setiap orang yang menyertainya dalam perjalanan. Dia adalah pemimpin kaumnya, terkaya, dan terbesar wibawanya. Ibu dari Ummu Salamah bernama Atikah binti Amir bin Rabi’ah bin Malik bin Jazimah bin Alqamah al-Kananiyah yang berasal dari Bani Faras.
Demikianlah, Hindun dibesarkan di dalam lingkungan bangsawan yang dihormati dan disegani. Kecantikannya meluluhkan setiap orang yang melihatnya dan kebaikan pribadinya telah tertanam sejak kecil.

 B. Pernikahan dan Perjuangannya

Banyak pemuda Mekah yang ingin mempersunting Hindun, dan yang berhasil menikahinya adalah Abdullah bin Abdul Asad bin Hilal bin Abdullah bin Umar bin Makhzum, seorang penunggang kuda terkenal dari pahlawan-pahlawan suku Bani Quraisy yang gagah berani. Ibunya bernama Barrah binti Abdul-Muththalib bin Hasyim, bibi Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam. Abdullah adalah saudara sesusuan Nabi dari Tsuwaibah, budak Abu Lahab. Mereka hidup bahagia, dan rumah tangga mereka diliputi kerukunan dan kesejahteraan.
Tidak lama setelah itu, dakwah Islam menarik hati mereka sehingga mereka memeluk Islam dan menjadi orang-oramg pertama yang masuk Islam. Begitu pula dengan Hindun, dia tergolong orang-orang yang pertama masuk Islam, dan bersama suaminya memulai perjuangan dalam hidup mereka.
Orang-orang Quraisy selalu mengganggu dan menyiksa kaum muslimin agar mereka meninggalkan agama Islam dan kembali ke agama nenek moyang mereka. Melihat kondisi seperti itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. mengizinkan mereka untuk hijrah ke Habasyah, sehingga mereka disebut sebagai kaum muhajirin yang pertama. Mereka menetap di Habasyah, dan di sana Hindun melahirkan anak-anaknya: Zainab, Salamah, Umar, dan Durrah.
Setelah beberapa lama, mereka berniat kembali ke Mekah, terutama setelah mendengar keislaman dua tokoh penting Quraisy, Umar bin Khaththab dan Hamzah bin Abdul-Muththalib. Akan tetapi, ternyata penyiksaan masih terus berlangsung, bahkan bertambah dahsyat. Untuk menjaga kehormatan diri dan keluarganya, Abu Salamah meminta perlindungan dari Abu Thalib (paman Nabi) dari siksaan kaumnya, yaitu Bani Makhzum, dan Abu Thalib menyatakan perlindungannya.

C. Cobaan Datang

Karena orang-orang Quraisy masih saja menyiksa kaum muslimin, akhirnya Allah membuka hati penduduk Madinah untuk menerima Islam. Kemudian Rasulullah mengizinkan kaum muslimin untuk hijrah ke sana, baik secara kelompok maupun perseorangan. Abu Salamah, istri, dan anaknya (Salamah) hijrah ke sana. Di tengah perjalanan mereka dihadang oleh kaum Bani Makhzum (kaumnya Ummu Salamah) yang kemudian merampas serta menyandera Ummu Salamah. Keluarga Abu Salamah (Bani Asad) ikut campur tangan dan mereka menolak menyerahkan Salamah, bahkan si anak dirampas dan dijauhkan dari ibunya. Sedangkan Bani Makhzum menculik Ummu Salamah dan dipenjara. Adapun Abu Salamah dibiarkan ke Yatsrib dengan hati penuh kesedihan karena harus berpisah dengan istri dan anaknya.
Keadaan demikian berjalan kurang lebih setahun lamanya. Ummu Salamah terus-menerus menangis karena kecewa atas perbuatan kaumnya, sehingga akhirnya ada seorang laki-laki dari kaumnya yang merasa iba dan membiarkan Ummu Salamah menyusul suaminya di Madinah. Adapun Bani Asad menyerahkan kembali putranya, Salamah, kepadanya. Akan tetapi, banyak rintangan yang harus dia hadapi, dan berkat keimanan dan keinginan yang kuat, dia mampu mengatasi semua itu dan tiba di Madinah.

 D. Pesan Abu Salamah untuk Istrinya

Dalam membela Islam, peran Abu Salamah sangat besar. Dia dikenal berani dalam berperang. Rasulullah menghargainya dengan mengangkatnya sebagai wakil Rasulullah di Madinah ketika beliau pergi memimpin pasukan dalam perang Dzil Asyirah pada tahun kedua hijriah. Abu Salamah ikut dalam Perang Badar dan Uhud. Ketika dalam perang Uhud, Abu Salamah mengalami luka yang cukup parah dan nyaris meninggal, namun beberapa saat kemudian dia sembuh.
Setelah Perang Uhud, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. mencrima berita bahwa Bani Asad hendak menyerang kaum muslimin di Madinah. Sebelum mereka menyerang, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. berinisiatif mendahului mereka. Dalam misi ini, beliau menunjuk Abu Salamah untuk memimpin pasukan yang berjumlah seratus lima puluh orang dan di dalamnya terdapat Saad bin Abi Waqash, Abu Ubaidah bin Jarrah, Amir bin Jarrah, dan yang lainnya. Pasukan diarahkan ke Bukit Quthn, tempat mata air Bani Asad. Kemenangan gemilang diraih oleh pasukan Abu Salamah, dan mereka kembali ke Madinah dengan membawa banyak harta rampasan perang. Di Madinah, luka-luka Abu Salamah karnbuh sehingga dia harus beristirahat beberapa waktu. Ketika sakit, Rasulullah selalu menjenguk dan mendoakannya.
Ummu Salamah selalu mendampingi suaminya yang sedang dalam keadaan sakit sehingga dia merawat dan menjaganya siang dan malam. Suatu hari, demam Abu Salamah menghebat, kemudian Ummu Salamah berkata kepada suaminya, “Aku mendapat benita bahwa seorang perempuan yang ditinggal mati suaminya, kemudian suaminya masuk surga, istrinya pun akan masuk surga, jika setelah itu istrinya tidak menikah lagi, dan Allah akan mengumpulkan mereka nanti di surga. Demikian pula jika si istri yang meninggal, dan suaminya tidak menikah lagi sepeninggalnya. Untuk itu, mari kita berjanji bahwa engkau tidak akan menikah lagi sepeninggalku, dan aku berjanji untukmu untuk tidak menikah lagi sepeninggalmu.” Abu Salamah berkata, “Maukah engkau menaati perintahku?” Dia menjawab, “Adapun saya bermusyawarah hanya untuk taat.” Abu Salamah berkata, “Seandainya aku mati, maka menikahlah.” Lalu dia berdoa kepada Allah ”Ya Allah, kurniakanlah kepada Ummu Salamah sesudahku seseorang yang lebih baik dariku, yang tidak akan menyengsarakan dan menyakitinya.”
Pada detik-detik akhir hidupnya, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. selalu berada di samping Abu Salamah dan senantiasa memohon kesembuhannya kepada Allah. Akan tetapi, Allah berkehendak lain. Beberapa saat kemudian maut datang menjemput. Rasulullah menutupkan kedua mata Abu Salamah dengan tangannya yang mulia dan bertakbir sembilan kali. Di antara yang hadir ada yang berkata, “Ya Rasulullah, apakah engkau sedang dalam keadaan lupa?” Beliau menjawab, “Aku sama sekali tidak dalam keadaan lupa, sekalipun bertakbir untuknya seribu kali, dia berhak atas takbir itu.” Kemudian beliau menoleh kepada Ummu Salamah dan bersabda, “Barang siapa yang ditimpa suatu musibah, maka ucapkanlah sebagaimana yang telah dperintahkan oleh Allah, ‘Sesungguhnya kita milik Allah, dan kepada-Nyalah kita akan dikembalikan. Ya Allah, karuniakanlah bagiku dalam musibahku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya, maka Allah akan melaksanakannya untuknya.”
Setelah itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. berdo’a: “Ya Allah, berilah ketabahan atas kesedihannya, hiburlah dia dari musibah yang menimpanya, dan berilah pengganti yang lebih baik untuknya.”
Abu Salamah wafat setelah berjuang menegakkan Islam, dan dia telah memperoleh kedudukan yang mulia di sisi Rasulullah. Sepeninggal Abu Salamah, Ummu Salarnah diliputi rasa sedih. Dia menjadi janda dan ibu bagi anak-anak yatim.
Setelah wafatnya Abu Salarnah, para pemuka dari kalangan sahabat bersegera meminang Ummu Salamah. Hal ini mereka lakukan sebagai tanda penghormatan terhadapat suaminya dan untuk. melindungi diri Ummu Salamah. Maka Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin al-Khaththab meminangnya, tetapi Ummu Salamah menolaknya.
Pada saat dirundung kesedihan atas suami yang benar-benar dicintainya serta belum mendapatkan orang yang lebih baik darinya, ia didatangi oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. dengan maksud menghiburnya dan meringankan apa yang dialaminya. Rasulullah berkata kepadanya, “Mintalah kepada Allah agar Dia memberimu pahala pada musibahmu serta menggantikan untukmu (suami) yang lebih baik.” Ummu Salamah bertanya, “Siapa yang lebih baik dan Abu Salamah, wahai Rasulullah?”

E. Di Rumah Rasulullah.

Rasulullah mulai memikirkan perkara Ummu Salamah, seorang mukminah mujahidah yang memiliki kesabaran, dan Ummu Salamah pun telah menolak lamaran dua sahabatnya, Abu Bakar dan Umar. Rasulullah pun berpikir dengan penuh pertimbangan dan kasih sayang untuk tidak membiarkannya larut dalam kesedihan dan kesendirian.
Dalam keadaan seperti itu Rasulullah mengutus Hathib bin Abi Balta’ah menemui Ummu Salarnah dengan maksud meminangnya untuk beliau. Maka oleh Ummu Salamah diterimanya pinangan tersebut. Bagaimana mungkin baginya untuk tidak menerima pinangan dari orang yang lebih baik dari Abu Salamah, bahkan lebih baik dan semua orang di dunia.
Dengan perkawinan tersebut maka Ummu Salamah termasuk kalangan Ummahatul- Mukminin, dan oleh Rasulullah ia ditempatkan di kamar Zainab binti Khuzaimah yang digelari Ummul-Masakiin (ibu bagi orang-orang miskin) sampai Ummu Salamah meninggal dunia.
Hal itu diceritakan oleh Ummu Salamah kepada kami. Ia berkata, “Aku dipersunting oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam., lalu aku dipindahkan dan ditempatkan di rumah Zainab (ummul- masakiin).”
Beberapa keistimewaan yang dimiliki Ummu Salamah adalah ketajaman logika, kematangan berpikir, dan keputusan yang benar atas banyak perkara. Karena itu, ia memiliki kedudukan yang agung di sisi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam., seperti interaksinya dengan para Ummahatul-Mukminin yang merupakan interaksi yang diliputi rasa kasih sayang dan kelemahlembutan.

 F. Kedudukannya yang Agung

Di antara perkara yang menunjukkan kedudukannya yang tinggi di sisi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam adalah apa yang diceritakan Urwah bin Zubair “Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. menyuruh Ummu Salamah melaksanakan shalat shubuh di Mekah pada hari penyembelihan (qurban) — padahal saat itu merupakan hari (giliran)nya. Oleh sebab itu, Rasulullah merasa senang atas kesetujuannya.”
Begitu juga hadits Ummi Kulsum binti Uqbah yang dimasukkan oleh Ibnu Sa’ad dalam (kitab) Thabaqat-nya. Ummi Kultsum berkata, “Tatkala Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam. menikahi Ummu Salamah, belau berkata kepadanya, ‘Sesungguhnya aku menghadiahkan untuk Raja Najasyi sejumlah bejana berisikan minyak wangi dan selimut. Akan tetapi, aku bermimpi bahwa Raja Najasyi itu telah meninggal dunia, kemudian hadiah yang kuberikan kepadanya dikembalikan kepadaku. Karena dikembalikan kepadaku, maka barang tersebut menjadi milikkü.”
Sebagaimana yang dikatakan Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam., Raja Najasyi meninggal dunia, dan hadiah tersebut dikembalikan kepadanya. Lalu beliau memberikan kepada setiap istrinya masing-masing satu uqiyah (1/2 liter Mesir) dan beliau memberi (sisa) keseluruhannya serta selimut kepada Ummu Salamah.
Setelah Ummu Salamah menjadi istrinya, Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam. memasukkannya dalam kalangan ahlul-bait. Di antara riwayat tentang masalah tersebut adalah bahwasanya pernah pada suatu hari Rasulullah berada di sisi Ummu Salamah, dan anak perempuan Ummu Salamah ada di sana. Rasulullah kemudian didatangi anak perempuannya, Fathimah azZahra, disertai kedua anaknya, Hasan dan Husain r.a., lalu Rasullah memeluk Fathimah dan berkata, “Semoga rahmat Allah dan berkah-Nya tercurah pada kalian wahai ahlul-bait. Sesungguhnya Dia Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia.”
Lalu menangislah Ummu Salamah. Maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. menanyakan tentang penyebab tangisnya itu. Ia menjawab, “Wahai Rasulullah, engkau mengistimewakan mereka sedangkan aku dan anak perempuanku engkau tinggalkan. Beliau bersabda, “Sesungguhnya engkau dan anak perempuanmu termasuk keluargaku.”
Anak perempuan Ummu Salamah, Zainab, tumbuh dalam peliharaan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. ia termasuk di antara wanita yang memiliki ilmu yang luas pada masanya.
Sebelum Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. mempersunting Ummu Salamah, wahyu pernah turun kepada Rasulullah di kamar Aisyah, yang dengan hal itu Aisyah membanggakannya pada istri-stri beliau yang lain. Maka setelah Rasulullah menikahi Ummu Salamah, wahyu turun kepadanya ketika beliau berada di kamar Ummu Salamah.

G. Beberapa Sikap Cemerlang pada Masa Hidup Ummu Salamah.

Di antara sikap agungnya adalah apa yang ditunjukkannya pada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. pada hari (perjanjian) Hudaibiyah. Pada waktu itu ia menyertai Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. dalam perjalanannya menuju Mekah dengan tujuan menunaikan umrah, tetapi orang-orang musyrik mencegah mereka untuk memasuki Mekah, dan terjadilah Perjanjian Hudaibiyah antara kedua belah pihak.
Akan tetapi, sebagian besar kaum muslimin merasa dikhianati dan merasa bahwa orang-orang musyrik menyianyiakan sejumlah hak-hak kaum muslimin. Di antara mayonitas yang menaruh dendam itu adalah Umar bin al-Khaththab, yang berkata kepada Rasulullah dalam percakapannya dengan beliau, “Atas perkara apa kita serahkan nyawa di dalam agama kita?” Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. menjawab, “Saya adalah hamba Allah dan rasul-Nya. Aku tidak akan menyalahi perintah-Nya, dan Dia tidak akan menyianyiakanku.”
Akan tetapi, tanda-tanda bahaya semakin memuncak setelah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. menyuruh kaum muslimin melaksanakan penyembelihan hewan qurban kemudian bercukur, tetapi tidak seorang pun dari mereka melaksanakannya. Beliau mengulang seruannya tiga kali tanpa ada sambutan.
Beliau menemui istrinya, Ummu Salamah, dan menceritakan kepadanya tentang sikap kaum muslimin. Ummu Salamah berkata, “Wahai Nabi Allah, apakah engkau menginginkan perintah Allah ini dilaksanakan oleh kaum muslimin? Keluarlah engkau, kemudian janganlah mengajak bicara sepatah kata seorang pun dari mereka sampai engkau menyembelih qurbanmu serta memanggil tukang cukur yang mencukurmu.”
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. kagum atas pendapatnya dan bangkit mengerjakan sebagaimana yang diusulkan Ummu Salamah. Tatkala kaum muslimin melihat Rasulullah mengerjakan hal itu tanpa berkata kepada mereka, mereka bangkit dan menyembelih serta sebagian dari mereka mulai mencukur kepala sebagian yang lain tanpa ada perasaan keluh kesah dan penyesalan atas tindakan Rasulullah yang mendahului mereka.
Ummu Salamah telah menyertai Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. di banyak peperangan, yaitu peperangan Khaibar, Pembebasan Mekah, pengepungan Tha’if, peperangan Hawazin, Tsaqif kemudian ikut bersama beliau di Haji Wada’.
Kita tidak melupakan sikapnya terhadap Umar bin al-Khaththab, tatkala Urnar datang kepadanya dan mengajak bicara tentang perkara keperluan Ummahatul-Mukminin kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. serta kekasaran mereka terhadap Rasulullah. Maka ia berkata, “Engkau ini aneh, wahai anak al-Khaththab. Engkau telah ikut campur di setiap perkara sehingga ingin mencampuri urusan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. beserta istri-istrinya?”
Setelah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. meninggal dunia ia senantiasa mengenang beliau dan sangat berduka cita atas kewafatannya. Beliau senantiasa banyak melakukan puasa dan beribadah, tidak kikir pada ilmu, serta meriwayatkan hadits yang berasal dan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam.
Telah diriwayatkannya sekian banyak hadits shahih yang bersumber dari Rasulullah dan suaminya, Abu Salamah, serta dari Fathimah az-Zahraa Sedangkan orang yang meriwayatkan darinya banyak sekali, di antara mereka adalah anak-anaknya dan para pemuka dan sahabat serta ahli hadits.
Di antara beberapa sikapnya yang nyata adalah pada hari pembebasan kota Mekah. Waktu itu Nabi keluar dari Madinah bersarna bala tentaranya dengan kehebatan dan jumlah yang belum pernah disaksikan oleh bangsa Arab, sehingga orang-orang musyrik Quraisy merasa takut, dan mereka keluar dari rumah dengan rnaksud menemui Rasulullah untuk bertobat dan menyatakan keislaman mereka.
Termasuk dari mereka, Abu Sufyan bin al-Harts bin Abdul-Muththalib (anak paman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam.) dan Abdullah bin Abi Umayyah bin al-Mughirah (anak bibi [dari ayah] Rasulullah, saudara Ummu Salamah sebapak). Ketika mereka berdua meminta izin masuk menemui Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam., beliau enggan memberi izin masuk bagi keduanya disebabkan penyiksaan mereka yang keras terhadap kaurn muslimin menjelang beliau hijrah dari Mekah.
Maka berkatalah Ummu Salamah kepada Rasulullah dengan perasaan iba terhadap keluarganya sendiri dan juga keluarga Rasulullah, “Wahai Rasulullah, mereka berdua adalah anak parnanmu dan anak bibirnu (dan ayah) serta iparmu.” Rasulullah menjawab, “Tidak ada keperluan bagiku dengan mereka berdua. Adapun anak parnanku, aku telah diperlakukan olehnya dengan tidak baik. Adapun anak bibiku (dari ayah) serta iparku telah berkata di Mekah dengan apa yang ia katakan.”
Pernyataan itu telah sampai kepada Abu Sufyan, anak paman Rasulullah. Maka ia berkata, “Demi Allah, ia harus mengizinkanku atau aku mengambil anak ini dengan kedua tanganku -pada saat itu ia bersama anaknya, Ja’far- kemudian karni harus berkelana di dunia sehingga mati kehausan dan kelaparan.”
Lalu Ummu Salamah memberitahukan perkataan Abu Sufyan tersebut kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. dengan kembali memohon rasa belas kasih. Akhirnya hati beliau menjadi luluh, lalu mengizinkan keduanya masuk. Maka masuklah keduanya dan menyatakan keislaman serta bertobat di hadapan Rasulullah.

H. Sikapnya terhadap Fitnah

Ummu Salamah selalu berada di rumahnya, senantiasa ikhlas beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan menjaga Sunnah suaminya tercinta pada masa (khilafah) Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin al-Khaththab..
Pada masa khilafah Utsman bin Affan ia melihat kegoncangan situasi serta perpecahan kaum muslimin di seputar khalifah. Bahaya fitnah sernakin memuncak di langit kaum muslirnin. Maka ia pergi menernui Utsman dan menasihatinya supaya tetap berpegang teguh pada petunjuk Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. serta petunjuk Abu Bakar dan Umar bin al-Khaththab, tidak menyimpang dan petunjuk tersebut selama-lamanya.
Apa yang dikhawatirkan Ummu Salamah terjadi juga, yaitu peristiwa terbunuhnya Utsman yang saat itu tengah membaca Al-Qur’an dan angin fitnah tengah bertiup kencang terhadap kaurn muslimin. Pada saat itu Aisyah telah membulatkan tekad untuk keluar menuju Bashrah disertai Thalhah bin Ubaidillah dan Zubair bin al-’Awwam dengan tujuan mernobilisasi massa untuk melawan Ali bin Abi Thalib. Maka Ummu Salamah mengirim surat yang memiliki sastra indah kepada Aisyah.
 “Dari Ummu Salamah, Istri Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam., untuk Aisyah Ummul-Mu’ minin.
Sesungguhnya aku memuji Allah yang tidak ada ilah (Tuhan) melainkan Dia.
Amma ba’du.
Engkau sungguh telah merobek pembatas antara Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. dan umatnya yang merupakan hijab yang telah ditetapkan keharamannya.
Sungguh Al-Qur’an telah memberimu kemuliaan, maka jangan engkau lepaskan. Dan Allah telah menahan suaramu, maka janganlah engkau niengeluarkannya Serta Allah telah tegaskan bagi umat ini seandainya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. mengetahui bahwa kaum wanita memiliki kewajiban jihad (berperang) niscaya beliau berpesan kepadamu untuk menjaganya.
Tidakkah engkau tahu bahwasanya beliau melarangmu melampaui batas dalam agama, karena sesungguhnya tiang agama tidak bisa kokoh dengan campur tangan wanita apabila tiang itu telah miring, dan tidak bisa diperbaiki oleh wanita apabila telah hancur. Jihad wanita adalah tunduk kepada segala ketentuan, mengasuh anak, dan mencurahkan kasih sayangnya.”
Ummu Salamah berada di pihak Ali bin Abi Thalib karena beliau menggikuti kesepakatan kaum muslimin atas terpilihnya beliau sebagai khalifah mereka. Karena itu, Ummu Salamah mengirim/mengutus anaknya, Umar, untuk ikut berperang dalan barisan Ali .

 I. Saat Wafatnya

Pada tahun ke-59 hijriah, usia Ummu Salamah telah mencapai 84 tahun. Usia tua dan pikun merambah di pertambahan umurnya. Allah ta’ala mengangkat rohnya yang suci naik ke atas menuju hadirat-Nya. Ia meninggal dunia setelah hidup dengan aktivitas yang dipenuhi oleh pengorbanan, jihad, dan kesabaran di jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasul-Nya. Beliau dishalatkan oleh Abu Hurairah r.a. dan dikuburkan di al-Baqi’ di samping kuburan Ummahatul-Mukminin lainnya.
 Semoga rahmat Allah senantiasa menyertai Sayyidah Ummu Salamah. dan semoga Allah memberinya tempat yang layak di sisi-Nya. Amin.
Sumber: Buku Dzaujatur-Rasulullah , Karya Amru Yusuf, Penerbit Darus-Sa’abu, Riyadh
sumber : www.ahlulhadits.multiply.com

Jumat, 07 Januari 2011

ngecheat???

bismillah
assalaamu'alaykum..
semester 3 ini...ya semester ini yg bakal berakhir..ga tau hasilnya bakalan apa??
cheatting?? pasti semua tau artinya itu apah..
susah mungkin nyari orang yang istiqomah,,,kalo kt kk c*tr mah,,mereka ga istiqomah..
kemarin pas UAS,,gue hampir aja ketarik sama tipu dayanya setann..
iya, mungkin makhluk yang satu ini ga bakalan nyerah smp kiamat buat goda anak adam smp ngikutin kemauan dia. so, sekarang kitanya yang mesti istiqomah..
gue emang ga mau buka suatu sifat keburukan orang, tp gue cm mau ngasih tau bahwa liat orang jgn hanya dr luarnya aja, tp dalemnya juga..mksdnya akhlak,ilmu dlll..
ga nyangka ajah orang yang gue anggap kuat agamanya bs ngelakuin sifat yang menjijikan bagi gue,,,
cuma nyari nialai semata,tp ngorbanin agama...apa mereka yg noni bilang : oh islam tuh kayak gini ya? sm ajah sm org2 lain yg agamanya masih kurang..ngelakuin cheating demi prestise..ah,,apalah omongan orang noni itu..yg pasti gue mau negasin klo islam itu indah,,sungguh indah..selalu dibalutin dengan senyuman dan air mata..air mata kebahagiaan.dimana segala sesuatu mesti disyukuri..bersyukur smp saat ini kita masih bs tersenyum,,berpikir ulang untuk melakukan hal yg mengajak kita pada jurang kenistaan..
pengalaman gue di semester 3 ini : peristiwa yang ga bakal gue lupain, dimana ketika itu gue ga tau harus jawab apa, eh tiba2 temen gue ngasih nyontek ke sebelah gue dengan suara lantang..jujur,sempet tergoda buat ngikutin,tp gue pikir : "buat apa jawaban bener tapi DUSTA" bagi gue NIHIL...ga ada keberkahan dalam nilai gue. gue salut banget sama temen gue yang nyatain "kenapa setiap ilmu itu mesti dinilai dengan angka, bukan aplikasi" jujur aja gue setuju,tp kenyataannya semua ini NIHIL kalo hasil yang kita capai ga tertulis..so, menurut gue, kita mesti belajar ekstra keras buat mencapai nilai yang sebenar2nya.. :)

Rabu, 22 Desember 2010

asa-asa dalam kekuatan

terinspirasi dari sitenya pemain timnas...not for know to all..hihi
webnya keren banget dah,,,nanti suatu saat gue pengen kayak dia,,,anak yang mampu menjadi kebanggaan keluarga dan bangsa ini...segini ajah..jika mau liat sitenya,,liat di twittnya ajah :) ngantukkkk !

Minggu, 05 Desember 2010

sate,,..lite


Tadi belajar PJ…
Pak dosen ngejelasin tentang NOOA,,LANDSAT,,EYE BIRD…
3 satelit diatas tadi penting banget buat mata kuliah ini…
Ga ada tu alat semua,,gw yakin PJ bukan matakuliah di jurusan geografi,,hihi..mungkin bener…hahaha
Gimana si NOOA itu nyorot alias ngerekam semua yang ada di permukaan bumi ini..Dimana arah angin,,gimana bentuk lahan di suatu wilayah,,and many more...
NOOA ini satelit yang dipake sama BMKG alias badan meteorology dan geofisika di Indonesia…bmkg sejak ttd kontrak sm tim NOOA,,mulai memantau terus keadaan di sekitar daratan Indonesia baik di samudera sekitarnya…hebat bukan !!
Oya lo semua tau?? Kalo di atmosfer bumi itu ada stasiun satelit lho alias geostationer. Nah,,disini nih tempat bergeraknya satelit milik negara-negara di belahan bumi manapun...canggihnya,,setiap satelit terus berada pada titik tertentu,,biar ga salah tempat yang bisa ngakibatin tabrakan atau error system penangkapan objeknya..ckckck
Okeh,,kita beralih ke satelit yang kedua and ketiga,,Landsat and Eye Bird...
Landsat ini biasa digunain Cuma buat liat bentuk lahan atau sumber daya alam yang ada. So,,resolusinya kecil,,ga bisa smp detail ngeliat objeknya bener-bener nyata,,beda ama si Eye Bird,,,satelit satu ini ga kalah canggih lho dengan yang dua tadi,,,si mata burung ini bener-bener canggih,,,mau tau canggihnya itu kayak apa??
Dia bisa liat aktivitas apa ajah yang kita lakuin,,ckckck...dari orang berenang di laut sampe comberan sekalipun...
Kenapa ya kok dibuat?? Ini dia satu alasan terpentingnya...yaitu Cuma buat PERANG MILITER..ckckck..sayang bgt ya alat secanggih ini dibuat perang,yang banyak menimbulkan mudhorot alias kerusakan di muka bumi ini...nah,kaena sekarang udah ga ada perang,,so, dijualin deh sama pemiliknya...karena udah ga dipake...si eye bird atau mata-mata digunain buat ngawasin tim musuh,,makanya dia bener-bener bisa ngeliat detail apa aja yang dilakuin musuh pada waktu itu...
Oke lanjut pada topik terhangat,,,ada pertanyaan yang nimbulin dosen ngejelasin masalah yang satu ini,,yaitu topik kebodohan masyarakat indonesia akan pengetahuan akan harta karun yang dipunya...dari pabrik emas,perak,,ampe harta tak ternilai harganya..yaitu URANIUM...tau kan buat apa unsur itu?? Buat nuklir,,bener banget,,nuklir...nah uranium ini ada di pulau tua yaitu irian jaya...yang sampe saat ini masih diperdebatkan kasusnya yaitu FREEPORT...bersambung...

sedikit pemahaman mengenai bola langit (bolang)


Gue mau cerita tentang apa yang udah gue dapet…sedikit mengambil hikmah dari apa yang gue dapat dari waktu ke waktu..
Ikut matakuliah kosmografi,,,
Bapaknya cerita tentang BOLA LANGIT…
Hmmm,,,menarik bukan..?!@
Gini yang gue dapet dari konsep bola langit,,,
Bola langit itu sebenarnya ga ada,,alias boong..
Ntuh Cuma garis khayal ajah yang dibuat manusia, seperti kasusnya garis lintang & garis bujur,,bola langit itu dibuat Cuma untuk membantu kita dalam menentukan suatu bintang atau letak benda-benda langit dari apa yang kita liat,deelel,,
Sampai saat ini, belum ada yang bener-bener suatu penelitian yang membuktikan batas tepi jagad raya ini...sampe-sampe pembentukan bumi pun Cuma hanya teori-teori para ahli dahulu kala...alias hipotesis alias pemikiran mereka,,Cuma hampir mendekati, nonsent atas teruji 100 % kebenarannya..
Kita lari ke pembicaraan astronomi,,,ya,Cuma ilmu satu ini yang ngebahas detail konsep yang ada di jagad raya ini...and then mirisnya Cuma ada 1 Universitas yang punya jurusan ini di indonesia tercinta,,hehe..siapakah gerangan pemilik jurusan ini??? Oke,,ITB..Cuma ITB,,ITB,,ITB....kata pak dosen, itupun peminat dan jumlah mahasiswanya sedikit banget. Kira2 Cuma 30an anak dalam 1 angkatan..ckckckck.
Dosen : kenapa kalian ga masuk disana aja??
Mahasiswa : nasib pak..wkkwkw
                   Yah kita juga baru tau kalo ada jurusan itu di indonesia,,hihihii
Oh iya,,katanya eh katanya pa albert einsten tuh orang yang paling pinter,trus siapa tyuh yg dr amerika lupa, and yang ga kalah serunya orang paling pinter di indonesia ntuh pak Habiebie..orang yang nyiptain pesawat di negara indonesia...beliau kalo baca 1 halaman selesai,trus pas itu disuruh bacain tanpa liat tu buku,,beliau bakal nyebutin dengan gemintang alias bener sama persis,,ckckckck,,,eh iya dia juga pernah jabat jadi presiden kita lho,,tw kaaaan??hehe

Okeh kita lanjut ya,,nah mengenai bola langit itu disebabin gara-gara akal manusia yang terbatas,,kita ga pernah tau sampe mana batas ruang angkasa ini..kalo liat ke utara alias nongakin kepala ke atas pake teropong (mau segede alayhim kek) tetep ajah hasilnya ga ada batasnya ruang yang lagi kita liat... nah pada saat itulah Alloh ta’ala nunjukkin kita kalo kekuasaan-Nya itu ga ada tandingannya..cerita lagi pak dosen,,ketika Rosululloh naik ke sidratul muntaha ke tempat bersemayamnya Alloh yaitu ’Arsy,,itupun belom ada pengetahuannya, maksudnya pake apa2 nya gitu..nah disini juga ngebuktiin kalo ilmu agama tuh kadang ga bisa kita pikir dengan logika alias akal kita...kita hanya wajib beriman bahwa kejadian itu semua diluar kekuasaan manusia alias atas kehendak Alloh,,sekali lagi kita wajibun beriman...(tadi pa dosen ga jelasin ini,so gue tambahin penjelasan ini)
Oke,,kita lanjut pada sesi perdebatan antara dosen dengan mahasiswa. Arah kiblat, salah satu fenomena yang sangat hangat diperbincangkan dalam agama islam..nah dari sini ada satu hal yang disinggung pak dosen, yang sampe saat ini bikin gue penasaran,, TRIGONOMETRI BOLA...kata pakdos kita mesti berdasarkan konsep ketika menjelaskan sesuatu, termasuk arah kiblat.kita ga bs narik garis lurus di bola bumi pas nentuin ke arah mana kita sholat..oke itu semua cukup..nanti kita lanjut lagi  salam hangat buat para geografers di nusantara

Selasa, 30 November 2010

cara netting pake im3

1.siapkan modemnya
2.colokkan kabel usb nya, begitu sudah konek otomatis aplikasi bawaanya langsung muncul dan ikuti
langkah setting berikut di menu setting manual networking isi seperti ini :
Setting GPRS/WAP
Access Point Name (APN) : indosatgprs
profil name: indosatim3
Username : indosat
Password : indosat
dialed number : *99***1#
3. setelah itu tinggal di konekkan saja dan insya Alloh kalo memang dari Operator indosat tidak ada
perubahan settingannya :) .