jika kamu ditanyakan, apa mimpimu ?
apa yang akan kamu berikan jawabannya?
seringkali aku membaca atau ditanyakan pertanyaan seperti itu.
pernah suatu kali ada yang mengulas tentang sebuah mimpi.
"mimpi itu sesuatu yang tidak kita bisa jangkau. karena ia letaknya jauh dan tinggi sekali"
jadi jika dilihat dari perspektif pernyataan ini jawaban yang pantas kita berikan adalah
"mimpiku adalah masuk syurga bersama rasulullah dan keluargaku. kita melangkahkan kaki bersama ke syurga. bersama-sama. menggandeng tangan kita."
berbicara tentang mimpi selalu meningkatkan rasional kepalaku. iya. aku wanita yang senang sekali bermimpi bisa menjelajahi bumi ini. selama menjadi pembelajar bumi, kadang aku hanya menelan ludah. hanya mampu melihat letak bumi itu di peta. diatas gambaran datar dengan skala tertentu. aku seorang pemimpi yang pengecut. aku pengecut dihadapan Allah untuk berani melanggar perintahnya yang mengharuskan wanita berdiam diri di rumahnya, bersafara dengaan mahram. di saat teman-teman mampu mendahuluiku menjejaki permukaan bumi di belahan daerah lain atau negara lain. aku hanya dapat tersenyum dan mengagumi gambaran yang diuploadnya. ooh ya Allah, berilah aku pahala atas menahan diriku untuk tidak ikut hal-hal yang membuatmu cemburu.
dan aku bermimpi kamu mampu membawaku pada syurga dan permukaan bumi lain yang belum pernah kakiku menjejaki tanahnya.
-mendung di dalam dan di luar-
كُلُّ عِلْمٍ لَيْسَ فِي الْقِرْطَاسِ ضَاعَ وَكُلُّ سِرٍّ جَاوَزَ الاِثْنَيْنِ شَاعَ "Seluruh ilmu yang tidak tercatat di kertas akan lenyap…. Dan seluruh rahasia yang telah melewati dua bibir maka akan tersebar
Selasa, 10 November 2015
Menjadi pembelajar
Keleahan saya sudah diatas ambang. Hari ini kelas sudah
benar-benar riuh oleh tingkah laku anak-anak. Sebagai pendidik untuk menguasai
kelas, kuncinya hanyalah kesabaran dan komunikasi dengan mereka. Objek kita
adalah manusia, yang mereka memiliki sistem dengan kerumitan tingkat tinggi. Kenapa
saya bilang seperti itu. Karena mereka adalah manusia, sama seperti kita. Seorang
manusia memiliki 3 ranah, kognitif (kecerdasan mereka). Psikomotorik (keaktifan
mereka) dan afektif (sikap serta emosional mereka). Masing-masing mereka
memiliki karakter yang berbeda. Sebelum kita menilai kepribadian mereka,
adakalanya kita butuh historical diri mereka di rumah. Perlakuan yang didapat
dari keluarga, teman, bahkan dari lingkungannya. Adakalanya anak-anak hanya
sebatas mencontoh, tanpa tahu itu perbuatan kesalahan atau kebenaran. Mereka merupakan peniru ulung atas apa yang
mereka lihat. Yang mereka anggap seru, suatu saat akan mereka ulangi dan
sebarkan ke dalam kelas.
Menjadi pembelajar dalam suatu kelas merupakan tugas
utama bagi guru (red: si pembelajar). Alasannya adalah setiap detik kita akan
belajar suatu hal dari mereka yang harus kita temukan jawabannya. Banyka sekli
persoalan yang mereka lemparkan pada kita. Soal bagaimana kita dapat menemukan jawaban
atas masalah ketidak moody’an mereka dalam belajar, menghafal, menghitung,
membaca dan segalanya. Kita harus menemukan jawaban atas pertanyaan mereka. Yang
kadang si pembelajar ini harus mencari referensi dari temen-teman pembelajar di
ruang lain. Bagaimana kita bisa menjadi pendidik tanpa sebuah pembelajaran. Pendidik
berarti mengatur polah tingkha laku mereka dari keburukkan menjadi kebaikan. Dari
kesalahan menjadi kebenaran. Adakalanya kita harus mengakui jawaaban yang kita
berikan kepada mereka adalah sebuah kesalahan. Misalnya, mereka melontarkan
pertanyaan dalam sebuah sikap yang enggan mengerjakan latihan hari ini. Lantas kadang
beberapa pembelajar ini memberikan jawaban “kamu harus mengerjakan latihannya,
nanti jika tidak dikerjakan. Kamu akan tidak bisa,dst”. Menurut saya, jawaban
si pembelajar ini salah. Kenapa saya katakana seperti itu. Karena, jawaban yng
diberikan olehnya tidak akan memecahkan masalah. Kita harus temukan dulu,
dimana letak masalah anak ini sehingga tidak ingin belajar. Kita coba dekati
dulu dengan pendekatan 5D, yaitu perasaannya didengar, dikenali, diterima, dimengerti,
dan dihargai. Begini contohnya :
“kok tidak dikerjakan ?”
“…diam seribu bahasa dengan wajah ditekuk…”
“laper ya?”
“…menggeleng…”
“ngantuk ?”
“….menggeleng…”
“susah soalnya?”
“…menggeleng…”
“terus?”
Biasanya dia akan mengeluarkan suara mesti
“hmmm…”
Disini kita sabar untuk mendengarkan perasaannya.
“aku gak punya pensil” ucapnya.
Inilah letak masalahnya. Berarti kita harus mencari
tahu jawaban atas soal yang dia berikan pada kita.
“ooh,, ga ada pensil. Yaudah kita cari siapa yang
punya pensil banyak” ucap saya padanya.
Disini saya mulai mencari tau menanyakan kepad
teman-temannya yang punya pensil lebih dari satu untuk dipinjamkannya. Setelah dia
menemukan pemecahan atas masalahnya, in syaa Allah dia akan mulai mendengarkan
apa yang kita suruh.
- ------ Ini episode
kelas hari ini. Mungkin lain kali saya akan menceritakan episode dengan
kasus-kasus berat di kelas menurut saya (lebay sepertinya..hhe). dan perlu
diketahui oleh pembaca, saya memang saat ini sedang menjadi pemberlajar dalam
kelas saya sendiri. Seorang sarjana pendidikan dengan konsentrasi anak-anak
usia SMA tapi dilempar Tuhan ke dalam kelas usia sekolah dasar. Ini merupakan
tantangan bagi saya. Semoga ini semua menjadi amal shalih saya untuk menuntun
saya ke syurga. Aamin. Dan perlu diketahui, saya banyak belajar dari kakak
kelas dan teman-teman saya dalam grup “Homeducation” yang dibuat oleh ummu
uwais. Kakak kelas sma sekaligus tempat kembali saya jika perlu pemecahan
masalah dalam hidup saya. Hehe..
-
Semoga tulisan
saya bermanfaat.
Jumat, 16 Oktober 2015
Muara udara
Jika kita sering melihat betapa mudahnya proses
siklus udara di dunia ini berputar. Seiring berjalannya hari dan jarum jam di
dinding, seiring itu pula kita melakukan proses udara bergerak. Udara bergerak
lincah kesana kemari. Hinggap di tubuh yang satu hingga kembali lagi ke langit.
Sebegitu tajamnya mata kita , tentu saja kita luput melihat udara yang
berproses di lingkungan kita. Ia terus bermetamorfosis dalam tubuh kita hingga
kita lupa ternyata dia bekerja terus setiap detik demi eksistensi keberadaan
kita di dunia ini.
Aku terus melirik tumpukkan pekerjaan sambil menatap
waktu. Berharap aku paham bahwasaanya hidup ini berputar terus. Menarik kita ke
dalam fase yang dulu kita tak pernah fikirkan. Menjadi seseorang yang
hari-harinya habis dengan kebinasaan. Rutinitas pekerjaan yang setiap hari
menggerogoti waktu kita untuk mencari perbekalan. Kadang kita lupa perbekalan
kita hanya sedikit. Lantas kita ditrik mundur oleh sang waktu. Diingatkan oleh
jarum nan mungil yang berdetak setiap saat. Ada saatnya kita butuh pengingat. Yang
mengingatkan kita hanya sebentar disini. Ternyata udara saat ini
mengingatkanku. Setiap benda akan kembali ke langit.
Langit. Orang kadang lupa, langit itu tak bertepi. Tak
berujung. Daan tak tertembus oleh mata. Udara yang aku hirup saat ini, akan
berproses menjadi sesuatu dalam tubuhku. Yang aku akan kembalikan lagi keluar
tubuh. Kembali ke langit. Bertemu sebentar dengan tumbuhan dan kembali lagi ke
langit. Ah iya, kamu masih ingat kan ? proses sebuah air yang akan dimasak
hingga matang. Jika kamu lupa, sini aku ingatkan.
Air dari ujung sungai yang sudah menemui beribu benda
di tepian itu kini ada di rumahku. Iya, aku bertemu air. Aku butuh air. Ternyata
aku butuh air, agar tubuhku tak kering dimakan panas. Aku mulai memasukkan air
ke dalam ceret. Kemudian aku masak diatas api. Hei, aku bertemu api. Yang suatu
saat jika tidak hati-hati akan membakarku, paling tidak ia akan mencipratkan
suhu panasnya. Iya , aku harus hati-hati. Hati-hati dengan kamu. Api. Kemudian aku
menunggu, agar air itu matang. Tandanya, akan keluar uap dari mulut ceretnya. Ah,
iya aku bertemu kamu kembali udara. Udara yang membawa uap air. Lantas kamu
akan ke langit membawa air.
Kamu. Hei udara, jangan terlalu tergesa-gesa membawa
air ke langit.
“srtsssssss…” kulitku terasa panas menyentuhmu udara.
Hei, udara. Sampaikan pada langit. Aku menatapmu dari
bawah sini.
Rabu, 16 September 2015
pelengkap makna hidup
Pagi ini, sinar mentari bersembunyi berjinjit malas dari
persembunyiannya.
Jika dulu kita sungguh riang bermain bersama teman, itu pertanda kita
sudah mulai mengenal lingkungan luar kita. Yang kita pikir itu adalah sebuah
perasaan bahagia tak terhingga karena kita tidak melulu bermain dengan seorang
wanita yang suaranya selalu terngiang di telinga kita tiap detik. Dari mata
kita mulai terpejam hingga terbuka menatap mentari.
Aku pikir hal yang sangat menyenangkan adalah bermain dan menghabiskan
waktu bersama teman-teman. Karena semua yang ada di dalam benak kita sama. Satu
tujuan. Bermain hingga larut mentari kembali ke persembunyiannya. Menghabiskan waktu
dengan suara-suara renyah dari mulut-mulut yang beragam bentuknya. Bertukar ide
konyol untuk menghabiskan waktu hingga kita lupa ada waktu yang dimiliki
seorang wanita disana untuk kita tapi kita abaikan.
Angin semilir berhembus ke kulit tipisku. Kami semua tertawa lepas. Mengeluarkan
semua tenaga bersama-sama untuk satu tujuan. Membasahi tubuh dengan keringat
dan air minum yang kita tenggak karena energy terkuras habis untuk memutarkan
dua roda yang akan mengantarkan tubuh kita. Bersam-sama saling mengejek,
berlomba memacu pedal agar mencapai finish pertama.
“HAHAHA,,,” suara kami memecah sunyinya jalan kereta. Memecah angin yang
menyibak dahan-dahan pohon di pinggir rel kereta.
Hari itu waktu kami benar-benar habis di tengah jalan. Tidak hanya waktu
tapi uang receh yang diberikan ibu kami pun habis. Sepertinya hari-hariku dan
teman-temanku hanya bertema menghabiskan. Dari waktu hingga suara kamipun
habis.
Waktu saat ini menyadarkanku dari habitatku. Yang sejatinya tempat
menghabiskan waktu seharusnya adalah pada
seorang wanita yang benar-benar menghabiskan waktunya untukku. Wanita yang
sampai detik ini aku selalu rindukan, tak ingin kehilangan sedikitpun. Wanita yang
ingin aku berikan mahkota ketika di akhirat kelak. Karena aku saadar, teman
sejaatiku saat ini hanyalah ibuku. Wanitaku yang aku selalu ingin tangisi
ketika harus pulang terlalu larut sore. Waktu menyadarkanku siapalah sahabat
sejatiku. Di saat waktu menyibakkan peristiwa yang satu per satu membuatku
merasa kehilangan. Kehilangan suara-suara yang menghias waktuku. Suara-suara
yang menghabiskan waktuku di teriknya siang. Suara-suara yang memecahkan
senjaku.
Don't leaving me mom, jangan tinggalkan aku di saat teman-temanku meninggalkanku
bersama seseorang yang akan menemaninya sepanjang hayatnya.
please, don't leaving me mom, jangan tinggalkan aku di saat tubuhku tak mampu menopang
rasa perihnya sakit yang singgah di tubuhku.
Senja, sudah mulai beranjak. Aku tersadar. “Apalah artinya hidupku
tanpamu ibu”
Kamis, 10 September 2015
analisis lokasi safar
bismillaah...
sebenarnya ini ga serius dan ga ilmiah. cuma mau cerita aja karena wanita dalam islam itu gak boleh pergi-pergian jauh ke luar kota sendirian tanpa mahraam.
ini di dasarkan dalam hadits nabi.
dan gue sebenernya bandel juga sih kaarena its t so ribet banget. biasa kemana-mana nyantai aja. eh sekarang gue mesti memikirkan tempat yang akan gue tuju itu masuk safar apa engga. jadi rasanya gue pengen aja gitu nganalisis lokasi rumah gue dengan SIG. hingga dihasilkan peta rawan safar bagi wanita. haha. karena kalo lo ikutan kajiannya, rasanya safar bagi wanita tanpa mahram itu kayak daerah rawan bencana. wanita safar tanpa mahram itu bahayanya melebihi bhaya bencanaa apapun.
ini nih chatnya ynag bikin gue pusing dan gue masih aja bandel..
sebenarnya ini ga serius dan ga ilmiah. cuma mau cerita aja karena wanita dalam islam itu gak boleh pergi-pergian jauh ke luar kota sendirian tanpa mahraam.
ini di dasarkan dalam hadits nabi.
dan gue sebenernya bandel juga sih kaarena its t so ribet banget. biasa kemana-mana nyantai aja. eh sekarang gue mesti memikirkan tempat yang akan gue tuju itu masuk safar apa engga. jadi rasanya gue pengen aja gitu nganalisis lokasi rumah gue dengan SIG. hingga dihasilkan peta rawan safar bagi wanita. haha. karena kalo lo ikutan kajiannya, rasanya safar bagi wanita tanpa mahram itu kayak daerah rawan bencana. wanita safar tanpa mahram itu bahayanya melebihi bhaya bencanaa apapun.
ini nih chatnya ynag bikin gue pusing dan gue masih aja bandel..
Bumi:
Oh iya mau tanya wkt tu knp ka c****
ngambil dalil safar
sesuai 'urf masyarakat setempat?
Langit
: Gmn Hes pertanyaannya? Hee
Bumi:
Iya kan, disini mayoritas pada ambil dalilnya jarak. Jd meskipun bogor klo
belum smp 85km. Ya blm masuk safar.
Nah mksd hst. Itu dlu prnh dibahas. Ttg hukum
safar sesuai urf masyarakat setempat.
Bumi:
Itu gimana mksdnya kk ambil sesuai urf masyarakat setempat.
Langit :
'urf di daerah Hesti dimana?
Langit :
Sebetulnya umum kl jkt-bogor itu termasuk safar..
Langit :
Di masy umum maksudnya, lumrah gitu kl jkt-bogor itu masuk perjlnan jauh
Langit :
Krn pasti ia butuh persiapan
Bumi:
Tau hst bingung ka. Soalnya semua itu ijtihadnya ulama.
Di sekolaan lg mau field trip ke citra alam,
cilember, cisarua, bogor. Dan itu tdk masuk safar menurut mereka. Hst msh
ngeganjel. Mereka bilg klo ambil dalil urf. Urf itu kan dtnya satu per satu
masyarakat. Jd ga mungkin. Jd yg diambil itu safar menurut jarak.
15:23
- Bumi: Mksdny hst kk ambil dalil dr
hadits mana ttg safar sesuai urf.
15:24
Langit : Penjelasannya dr ustadz Badru
15:25
- Bumi: Ktnya memang ga ad dalil yg
mematok safar itu begini dan begitu. Yg ada hanya perjalanan nabi.
Dan ulama berijtihad utk mematokan kl safar
begini dan begitu.
Hst nya bingung jdnya.
15:25
Langit : Tar cb cari
15:25
- Bumi: 💦
15:26
Langit : Memang ga ada dalil yg rojih
ttg jarak, kt ustadz Badru begitu
15:26
Langit : Juga
15:26
Langit : Mknya diambil masy setempat
15:26
- Bumi: Hst diksh artikel :
me Artikel
Terhangat Shalat Jarak Disebut Safar yang Boleh Qashar Shalat
Kesimpulan:
Pendapat yang lebih kuat dalam masalah ini
adalah pendapat ketiga. Selama suatu perjalanan disebut safar baik menempuh
jarak dekat maupun jauh, maka boleh mengqashar shalat. Kalau mau disebut safar,
maka ia akan berkata, “saya akan safar”, bukan sekedar berkata, “saya akan
pergi”. (Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 1: 481).
Kalau sulit untuk menentukan itu safar ataukah
tidak, maka pendapat jumhur (mayoritas ulama) bisa digunakan yaitu memakai
jarak 85 km. Berarti jika telah menempuh jarak 85 km dari akhir bangunan di
kotanya, maka sudah disebut safar. Wallahu a’lam.
—
Selesai disusun di Darush Sholihin
Panggang Gunungkidul, 03:46 PM, 2 Rajab 1436 H
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal- Artikel Rumaysho.Com
15:26
Langit : Sy pribadi ngambil yg mudah
dicerna
15:26
Langit : Yaitu 'urf
15:27
- Bumi: Kalau sulit menentukan itu
safar maka pendapat jumhur ulama yg digunakan jarak 85 km
15:27
- Bumi: Itu kesinpulan plg akhir
artikel tsb.
15:29
Langit : Hmm.. Sy pribadi ni yaa..
Kembali pd makna safar itu sndr
15:30
Langit : Bkn cm ttg sholat qasharnya tp
ttg izin wanita blh ngga
15:33
Langit : Jk ada persiapan uang dsb utk
melakukan perjalanan.. Lumrah itu disebut safar.. Yg mengharuskan dg mahrom..
Utk keamanan seorg wanita
15:36
Langit : Kmrn sy ke depok sebetulnya
salah.. Hrs dg mahrom, dan itu yg akan sy jwb kl Allah tanya sy kelak ttg
hubungan yg sempat renggang sm Ayu.. Ini jgn diikutin ya,itu usaha sy uda
mentok,
15:37
Langit : Dr artikel itu hanya bhs ruang
lingkup ttg sholat qashar..
15:37
Langit : Cb bhs yg hukum safar wanita
tanpa mahrom
15:37
Langit : Apa jg dbhs soal jarak?
15:37
- Bumi: Kalau ada orang yg mengambil
dalil 85 km gmn ka?
Katanya mslh fiqyah itu mslh ijtihad dan tdk
boleh ditaklid kpd seseorang. Krn itu keyakinan.
15:38
Langit : Dia ngambil 85 jg taklid
15:40
- Bumi: Iya mksdnya jgn memaksakan
keyakinan seseorang. Klo ngambilnya dalil yg itu yaudh itu keyakinannya dia.
Krn keyakinannya org ga dipaksain. Gtu.
16:42
Langit : Nah,ambil kep apapun bg kita yg
bkn ulama adl taklid.
Dr artikel itu yg dbhs ruang lingkupnya hanya
soal sholat qashar,apa sdh diteliti lg ttg hukum wanita safar tanpa mahrom?
21:48
- Bumi: Hhe.. iya ka paham hukumnya
safar bg wanita.
Tp yg hst mksd adlh letak suatu daerah yg
dsebut sbg lokasi safar atw engganya.
Dan asatizah dsini mengambil dalil pd jarak
lokasinya. Jd sah2 aj jk pergi ke daerah yg kurg dr 85km bg wanita . Gtu.
Hst mah cm guru umum gtw ap2. Jd bingung klo
yg lulusan lipia ngejelasinnya spt itu. Apalagi ada asatizah kibar yg brpatokan
spt tu. #bingung..
22:03
Langit : Hmm.. Kl sy mmng lbh
ditenangkan sm pnjlsn ustadz Badru yg kembali pd makna safar..
22:08
- Bumi: Iya ka krn dalam mslh fiqh itu
khilafiyyah maklum sekali. Jk pun ada yg berpendapat beda hrs berlapang dada.
Gtu kt mereka. Hhe.
Dan daerah2 sekitar bogor itu smwnya blm smp
pada 85km~~~~
22:11
Langit : Hesti sndr ikut arus..?
Hee
Ada ga ustadzah yg keukeuh tp ga bermasalah di
belakangnya? Atau ada dewan majlis yg bs mutusin satu keputusan hingga yg lain
hrs ridho?
22:13
Langit : Sy br ini sptnya urusan safar
'dimudah2kan' sm org yg dianggap alim..
Pdhl org pks sekalipun para tetuanya yg lipia
jg ga ngebolehin safar tanpa mahrom..
10/09/2015, 7:28 Langit : Oya ini bbrp penjelasan ttg makna safar, dan
hukum2 yg berkaitan dgnya termasuk ttg safar wanita. Dan kesimpulan utk
mengembalikannya pd 'urf masyarakat setempat.
Dijelaskan bhw utk safar wanita bkn soal
jaraknya tapi keharusannya bersama mahrom. Ttg jarak 85km jg ada sanggahanya
sbb utk memastikan jaraknya brp butuh pd dalil.
http://asysyariah.com/safar-dan-batasannya/
jika ada perselisihan diantara kita mk
kembalikan pd Allah dan RasulNya.. Mana yg lbh dekat.. Wallaahua'lam
bishshowab.
7:32 Langit :
Ttg yg 'urf hrs tanya satu2 masy dan itu menyulitkan.. Hmm.. Sy
melihatnya malah mudah.. Kita ga hrs survey.. Tp kita sndr bisa menilainya.. Jk
seseorg melakukan persiapan bekal utk pergi ke suatu tempat itu adl safar..
Hmm..
7:37 Langit :
Maksudnya kita bs sendiri menilainya bhw sdh umum di masy perjalanan dg
persiapan tsbt termasuk safar..
7:37 Langit :
Apa slh ya,
7:37 - Bumi: Itu yg dijelasin ustzhnya. Urf itu hrs
nanya satu2.
Kak, urf itu pendapat sahabat ibnu qudamah ya?
Bukan hadits?
7:38 - Bumi: Jadi yg diambil jarak. Gtu.
7:38 Langit : Kl Hesti bc lengkap Ibnu Qudamah menyimpulkan
dr hadits
7:39 Langit : Ga ada hadits yg sorih
7:39 Langit : Jwbn Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam
semua beda2
7:40 Langit : Ada yg 85km,ada yg hitungan 3hr 3 mlm,ada yg
2 hr, sehari smlm
7:41 Langit : Nah,Ibnu Qudamah rahimahullah menyimpulkan
bhw Rasulullah tdk mematok jaraknya mk kita tdk usah mematoknya
7:42 Langit : Hadits tsb utk org yg wilayahnya beda2
7:43 Langit : Jd ngga bs dipastiin sekian sekian jaraknya..
Oleh karenanya yg lbh adil adl mengembalikan pd 'urg setempat
7:43 Langit : *urf
7:45 Langit : Nah,yg jg jd perhatian sy adl meski safar dlm
jarak yg beda2 itu msh khilaf.. Tp sdh jelas kl wanita safar hrs dgn mahrom..
14:53 - Bumi: Iya ka. Jazaakillah khair
lo pasti ga nyambung bacanya ? sama gue juga. dan msih bandel.hha
Minggu, 06 September 2015
mencari aku
Aku menghilang bukan berarti aku tidak ada.
aku menghilang dari peredaranmu untuk menjaga keseimbanganku.
aku tidak ingin menjadi seburuk buruknya wanita
menjadi fitnahmu setiap saat.
bukankah sudah agama katakan. Tidak ada hubungan lebih baik dari sebuah pernikahan.
jika memang aku buruk , lantas pergilah. Cari yang menurutmu baik.
aku menjaga karena akan ada yang terluka jika salah satu dari kita menghilang dengan sebenar benarnya kehilangan.
maka inilah jalannya. Kita satu sama lain menghilang. Hingga kembali lagi ada jika memang Allah ta'ala kehendaki. Pintalah sama rabbKu jika kau menginginkanku ada. Sebab saat ini aku milik rabbku. Sampai kapanpun.
jika engkau mencari, carilah aku di rumahku dengan keluargamu. Jangan cari aku di dunia maya. Yang kapanpun orang bisa menghilang dan melihat kapanpun.
untukmu, yang sedang mencariku. Carilah aku di sepertiga malammu dengan doamu ~~~
#hilang #copasfromher
aku menghilang dari peredaranmu untuk menjaga keseimbanganku.
aku tidak ingin menjadi seburuk buruknya wanita
menjadi fitnahmu setiap saat.
bukankah sudah agama katakan. Tidak ada hubungan lebih baik dari sebuah pernikahan.
jika memang aku buruk , lantas pergilah. Cari yang menurutmu baik.
aku menjaga karena akan ada yang terluka jika salah satu dari kita menghilang dengan sebenar benarnya kehilangan.
maka inilah jalannya. Kita satu sama lain menghilang. Hingga kembali lagi ada jika memang Allah ta'ala kehendaki. Pintalah sama rabbKu jika kau menginginkanku ada. Sebab saat ini aku milik rabbku. Sampai kapanpun.
jika engkau mencari, carilah aku di rumahku dengan keluargamu. Jangan cari aku di dunia maya. Yang kapanpun orang bisa menghilang dan melihat kapanpun.
untukmu, yang sedang mencariku. Carilah aku di sepertiga malammu dengan doamu ~~~
#hilang #copasfromher
Hai positif ,,
Udah berapa bulan gak ngeupload ?
Taudeh. Yang pasti sudah berdebu kali nih blog. Maap.
Hilang bukan berarti tidak nyata.
Aku menghilang untuk menenangkan diriku. Bahwasanyaa
takdir ini baik.
Aku terus bersabar hingga tuhanku mengijabah
doa-doaku menunggu kedatangan yang pastinya datang, in syaa Allah.
Karena Allah sendiri yang berjanji dan berucap
bahwasanya sudah ditetapkan takdir seorang manusia : Rejeki, jodoh, maut,
takdir baik maupun takdir buruk.
Biarlah ini semua urusan langit. Aku hanya
menjalaninya.
Semua pasti baik. In syaa Allah khair.
Yang pasti kejar kebaikan selama nyawa dan raga
masih bersatu.
Karena jika mereka berdua sudah tidak menyatu,
maka putuslah segala harapan untuk masuk syurga. Yang ada tinggal perhitungan
yang sudah kita kejar ketika masih di dunia.
Kalo ada orang yang ngestalk medsos gue dan
menganggap negatip. Biarlah.
Karena aku mencari yang positip biar bisa bersatu
menyalakan kehidupan selanjutnya. Paham ga ? yang anak logic pasti paham. Haha (teori
arus listrik)
Karena kalo dua-duanya postip, ga mungkin. Mungkin
ajasih kalo dia malaikat. Haha.
Yang pasti, gue ini bener-bener si negative yang
menuju postif. Meski usahanya harus mendaki pada tempat yang tinggi. In syaa
Allah gue tetep komite sama diri gue sendiri. Semalas-malasnyaa kita. Kita ga
boleh lebih malas dari hewan yang berhibernasi di musim salju. Yang kerjaannya Cuma
tidur doing, meski hobi gue tidur. Hahaa..
Percayalah, aku si negative yang menunggu si
positif ~~~
Percayalah, aku si putri tidur yang menunggu si
pangeran~~~
#nulisnya sambil cengengesan …wkwkwk
-Senja di kotak Jakarta-
Langganan:
Postingan (Atom)