Jumat, 02 Januari 2015

PLAKAT NIKAH


Malem jam 23.30 di januari hari kedua. Tiba-tiba aja gue bangun dari tidur yang nyenyak itu karena satu hal. Belom cuci muka. Akhirnya gue putuskan untuk bersih-bersih plus wudhu. Trus buka hp percakapan whatsapp sampe puluhan di beberapa grup.

Setelah gue baca. Ternyata isinya adalah tentang PLAKAT NIKAH. Iya sesuai rencana gila pas di jurusan waktu lampau, kapten dan kawan-kawan trouble maker di kelas kuliah gue mengalokasikan dana juara futsal mereka untuk membuat suatu penghrgaan bagi siapa yang sudah menikah duluan. Gilanya, ini plakat bak piala dunia sepak bola. Dan ini lebih gila menurut gue.
***

Waktu itu, gue lagi duduk cemas menunggu kedatangan dosen untuk bimbingan skripsi. Iya disaat cemas menunggu dosen untuk bimbingan. Kebiasaan kami, mahasiswa geografi UNJ yang gue cintai. Kita ngobrol ngalor ngidul. Tujuannya Cuma satu, menenangkn diri sebelum bertemu dosen. Atau tujuan-tujuan lain seperti mengisi waktu kosong karena dosen tak kunjung tiba. Kondisinya waktu itu ada temen gue yang udah nikah. Dan ini perbincangan yang hangat di kalangan kita yang lagi pusing skripsi tapi temen gue ini memutuskaan untuk menikah. Dan itu adalah temen deket gue yang paling spersial diantaraa mahasisw yang lain. Cewe yang cantik kaya ratu wilhe*mina pas penjajahan belanda ini merupakan hal yang teristimewa yang dianugerahkan tuhan bagi jurusan gue aka kelaas kuliah gue. Dia nikah meeen, pas orang-orang kelimpungan jungkir balik ngerjain skripsi. Hebat ga sih…. Haha

Kebetulan pas ngomongin rencana itu ad ague. Yang gue inget, diawalin temen gue yang suaranya merdu cetar membahana. Biduan jurusan geografi angkatn 2009. Yang pernah seleksi Indonesian idol tapi belum melangkah ke tahap selanjutnya. Tapi menurut kita, temen gue yang satu ini udah bak penyanyi terkenal. Soalnya pas kita PKL dari ujung pulau jawa sampe pulau bali. Dia menghibur kita dengan menyanyi di restoran-restoran kalo lagi singgah istirahat ats perjalanan yang jauhnya naudzubillah.

“coba, lucu kali yak. Kita bikin piala atau plakat bergilir bagi yang udah nikah duluan..”
HAHAHAHAHAHA….suara ketawa terbahak-bahak pecah mengisi lorong jurusan gue yang angker.
***

Gue gak tau, seserius itu temen-temen menganggap yang menurut gue itu adalah hal bercandaan dan hanya isu belaka. Dan itu sekarang benar adanya trus direalisasikan. Gue sampe yang tadinya ngantuk, jadi shock gitu bacanya. Entahlah, gue semakin cinta sama jurusan gue ini. Pertemanannya nyata sampe udah luluspun. Gue gak tau, dibalik satu rasa nyeselnya gue masuk jurusan ini, ada banyak rasa keberuntungannya gue masuk jurusan ini. Di balik gue kesel karena susah buat lulus, ada rasa beruntungnya juga. Gue jadi bisa saling bantu temen-temen yang belum lulus. Gue bisa ngerasain betapa sedihnya menjadi orang yang terasing karena ditinggal temen-temen yang udah lulus duluan. Dan dengan rasa itulah gue selalu tergerak membantu temen-temen yang belum lulus. Gue selalu memotivasi mereka, bantu ngolah data, jadi notulen pas maju seminar (walopun dibully dosen pas masuk ruangan krn udh alumni di depan bocah-bocah angkatan bawah), bantuin nemenin nyari solusi bikin peta (manipulasi maksudnya..haha). punya kakak kelas yang baik hati, mau ngebantuin ngolah data meskipun lewat wasap dari ujung pulau Bangka sana.

Menurut gue, ide plakat ini hal tergila. Kaarena dengan begitu terpacu untuk nikah dan gak mau dapet plakat yang terakhir…haha

Dan gue mau lurusin, sekali lagi nikah itu niatnya ibadah. Menyempurnakan agama. Yang atdinya kurang, jadi bertambah. Yang tadinya buruk , jadi baik.

Ini gue copasin instruksi dari sang kapten.

Jan 2 - G Trio: Manteman, sekedar informasi. Kemarin uang juara geo cup kita. Dialokasikan untuk pembuatan plakat. Yang mana plakat ini adalah sebagai bentuk dari yang namanya pleasure dalam diri masing masing keluarga geo NR ...

Jadi, apa itu plakatnya??

Plakat itu sendiri adalah maksud dari sebuah trofi yang di anugerahkan kepada kita geo NR yang sudah kawin dan atau menikah secara sah sepengetahuan orang tua. Trofi ini bersifat nomaden dan atau "digilir" . Diberikan sesuai urutan keluarga geo NR yang menempati urutan menikah. Jadi siapa yang akan menerima plakat ini di hari akhir??? Penasaraaaan kaaaaaan????? 😅

Makanya jangan ampe ketinggalan. Siapa tau kamu yang akan mendapatkan hadiah rumah murah di pemuda land rawamangun .

Tapi, dengan ini kita tidak sama sekali mengurangi rasa hormat kepada keluarga lintang serta triyono, yang mana plakat tidak diberikan kepada yang bersangkutan. Karena hal ini bertepatan dengan hadiah yang mana dialokasikan untuk menjadi hal yang seperti ini.

Sincerly,
Saya sendiri (kapt. Trouble maker fc)
😁
21:23, Jan 2 - G Trio: Semoga yang baca ga paham ya

*keluarga lintang itu = dina,,pemecah telor di geografi NR 2009
*keluarga triyono itu = vika,,, kandidat kedua setelah dina.

Gue yang keberapa ? hanya Allah yang mampu menjawabnya ~~~
“Karena menikah itu bukan hanya urusan cinta dan mencintai, tapi urusan dunia dan akhirat yang menentukan syurga dalam hidup qt kelak…”

di pagi hari bulan januari dengan rintikkan hujan dan suhu rasa bogor

Selasa, 16 Desember 2014

apakah itu kamu ?


Aku pun berpacu dengan waktu. Ia yang tak pernah mau diajak bicara, tak pernah mendengarkan. Selama ini mungkin aku maki, kini ku jadikan teman. Ia menjadi pengingatku yang luar biasa.

Bahkan untuk mencarimu pun aku seolah-olah berkejaran dengan waktu, padahal aku tahu waktu sendiri tidak peduli. Tapi aku peduli denganmu, dengan tidak akan membiarkanmu lama-lama menunggu. Tidak akan membiarkan kekhawatiranmu lebih lama. Tidak mau membuatmu resah karena waktu terus beranjak sementara aku tak kunjung datang.

Dan waktu dengan sombongnya tidak peduli dengan semua itu, tapi aku peduli padamu.

setelah membaca artikel itu aku bertanya dalam hati untuk kamu yang masih dirahasiakan-Nya :

 "Apakah itu kamu ?"

-by kurniawan gunadi-
http://kurniawangunadi.tumblr.com/page/2

wanita


 Katanya jadi wanita itu enak. Gak perlu menjadi seorang yang bekerja keras.
Makan tinggal makan karena ada yang nyariin. Tidur tinggal tidur karena gak perlu mikirin besok kerjaan numpuk di meja kantor. Bengong ya tinggal bengong aja. Gak perlu ribet ngeliatin kertas bertumpuk di meja.

Orang hanya tahu, wanita itu makhluk yang misterius. Setiap bulan selalu punya alasan untuk melampiaskan emosinya. Dan punya berbagai macam alasan untuk bisa melampiaskan emosinya. Punya berbagai macam criteria jika ingin memutuskan sesuatu. Semua banyak pertimbangan. Hidupnya rumit.

Untuk memilih sesuatu butuh pertimbangan. Bukan, bukan karena dia makhluk yang ribet. Bukan.
Karena memang ketika dia masih belum memiliki naungan. Dia masih selalu dikhawatirkan oleh banyak orang. Dia memang masih dikhawatirkan oleh-Nya, oleh penduduk langit bahkan. dia akan dilaporkan stiap hari, setiap langkahnya. Bahkan langkahnya harus dilindungi ketika sudah melewati batas yang ditentukan .

Ah iya, susah sekali menjadi wanita itu. Inilah alasannya, kenapa wanita itu manusia terumit di muka bumi. Dan kerumitannya, Allah ganjarkan syurga di telapak kakinya. Ah pantaskah syurga berada pada ridho seorang wanita seperti ini? . Sedangkan, saat ini terlalu banyak dosa yang telah tercatat.

Begitupula dengan perasaannya. Benarkah serumit ini? Saat ia mulai mengarahkan perasaannya pada satu tujuan. Tak semudah lantas perasaan itu benar adanya. Banyak sekali pertimbangannya. Mempertimbangkan bagaimana kelak ia bisa belajar agama padanya, bagaimana ia bisa belajar bekerjasama. Dan seterusnya dan seterusnya.

Dan kamu perlu tahu, ada banyak sekali wanita yang menjadi tulang punggung keluarganya. Yang sejatinya fungsi dia tulang rusuk, tapi takdir berkata lain. Dirinya harus diposisikan sebagai tulang punggung. Ini yang sungguh rumit. Ketika sesuatu tidak ditempatkan pada tempatnya. Kamu harus tahu, wanita seperti ini, butuh tulang punggung yang lebih besar dari miliknya. Hingga suatu saat, kamu menjadi tempat berbagi beban yang ada di punggungnya. Meringankan semua yang ada di dalam dirinya. Hei, bahkan di negara ini banyak sekali dijumpai wanita tipe ini.

Bukan, bukan karena kita memilih untuk bermudah-mudahan keluar rumah. Mencari hiburan di luar. Bukan itu. Tapi ada beberapa jiwa di dalam rumahnya yang harus ia bagi penghidupan yang cukup untuk bertahan hidup. Kamu harus tahu, posisi wanita ini. Memahami betapa rumitnya hidupnya ketika ingin menjadi wanita seutuhnya yang diam di dalam rumah menanti kehadiranmu pulang dari mencari pengharapan untuk esok hari.

Untuk memilihmu pun, kami butuh sekali banyak pertimbangan. Hingga berulang kali, berpikir. 

Apakah kamu bisa menjadi tulang punggungku yang seutuhnya tanpa mengenal rasa lelah ?

Senin, 15 Desember 2014

Menanti hujan




Hujan…

Hari ini aku ingin bercerita. Aku ingin bercerita padamu.
Cerita yang mungkin menurut banyak orang adalah cerita tak bermakna.
Kata orang lebih baik dipilih daripada memilih.
Aku, aku hanya berpikir bertahan untuk dipilih hanya mengikis perasaan saja.
Hingga suatu saat perasaan kamu hilang karena semakin lama kikisan itu besar.
Semakin lama kamu bertahan pada sesuatu yang tak bertepi, semakin lama kamu melukai dirimu sendiri.

Hujan…

Aku ingin mengungkapkan perasaan yang sejatinya fitrah
Yang seharusnya kita menjaga ini dari kotoran debu
Yang suatu saat ia akan usang karena lama didiamkan

Hujan…

Aku berharap engkau terus turun, hingga malaikat langit memenuhi bumi
Meraih do’a-do’aku untuk ditulis di catatan mereka
Mengantarkan do’a-do’aku kepada Rabbku
Lantas turut pula mereka mendo’akanku dalam kebaikan

Hujan …

Lelahku menanti keajaiban ini..
Menanti suatu saat engkau dapat menyaksikanku di bawah  pelangi
Berbagi kebahagiaanku untuk merasakan kehadiranmu di telapak tanganku
Hingga jika kamu tak tertampung , maka ada yang bersiap menampung butiranmu
 Di sampingku, bersama meraihmu. Merasakan dinginnya butiranmu yang menunjam bumi.

Minggu, 09 November 2014

hati dipilih atau memilih




Hidup ini sebuah perjuangan

Kita memperjuangkan kebaikan dalam waktu yang rabb berikan pada kita

Semua pintu telah dibuka, mau pintu kebaikan maupun keburukan

Kita tinggal memilih,,,memilih untuk tetap menjadi baik atau memilih untuk menjadi buruk ?

Pilihlah yang baik, kelak kita dipilih oleh kebaikan itu…

Hati itu dipilih bukan memilih…

Iya karena kita telah memilih kebaikan, maka kita akan dipilih oleh kebaikan

Kita akan menjadi baik karena kita dipilih oleh kebaikan…

Kita bertahan untuk menjadi baik karena hati kita…

Maka tata lah hati kita tetap berada kebaikan. Memohon pada sang Maha Baik di atas ‘arsy sana..

Hujan turun hingga derasnya, seakan tahu udara sedang merindukannya..

Hujan turun hingga derasnya, seakan tahu air mata ini akan turun dengan sembunyi

Air setetes demi setetes turun hingga runtuh tanah berpasir di kota penuh polusi ini

Air mengalir hingga derasnya membuat alur sungai

Semakin hari, dunia semakin menunjukkan wajahnya. Menunjukkan silau semunya

Tapakilah dunia dengan kaki kerasmu. Menginjakkan diujung telapakmu.

Genggam saja dia dalam jemarimu, jangan dengan hatimu..

Hati sungguh begitu rendahnya ketika kita menaruh dia dilubuk yang paling dalam..

Lubuk yang paling dalam ini terlalu suci jika engkau letakkan selain-Nya

Iya, lubuk hati ini sungguh terlalu rendah jika kau letakkan selain-Nya

Percayalah,, suatu saat hati kita akan dipilih oleh-Nya ketika kita memilih-Nya

Dunia hanyalah semu belaka,,, semua akan pergi menjauh dari pandangan kita.

Cintailah Dia di ‘arsy sana, kelak Dia akan mencintai kita..

Jika Dia telah mencintai kita maka seluruh makhlukpun akan mencintai kita..

Seperti Nabi kita yang mulia, yang lebih memilih Dia melebihi keluarganya

Seperti para ummahatul mukmin yang lebih memilih Dia melebihi dunia ini

Seperti para sahabat Nabi yang telah memilih Dia melebihi keluarganya

Seperti para ulama yang telah memilih Dia dengan menghabiskan waktunya untuk belajar ilmu dien

ditulis di ruang guru kutub khatulistiwaa,, brrrr