Aku menghilang bukan berarti aku tidak ada.
aku menghilang dari peredaranmu untuk menjaga keseimbanganku.
aku tidak ingin menjadi seburuk buruknya wanita
menjadi fitnahmu setiap saat.
bukankah sudah agama katakan. Tidak ada hubungan lebih baik dari sebuah pernikahan.
jika memang aku buruk , lantas pergilah. Cari yang menurutmu baik.
aku menjaga karena akan ada yang terluka jika salah satu dari kita menghilang dengan sebenar benarnya kehilangan.
maka inilah jalannya. Kita satu sama lain menghilang. Hingga kembali lagi ada jika memang Allah ta'ala kehendaki. Pintalah sama rabbKu jika kau menginginkanku ada. Sebab saat ini aku milik rabbku. Sampai kapanpun.
jika engkau mencari, carilah aku di rumahku dengan keluargamu. Jangan cari aku di dunia maya. Yang kapanpun orang bisa menghilang dan melihat kapanpun.
untukmu, yang sedang mencariku. Carilah aku di sepertiga malammu dengan doamu ~~~
#hilang #copasfromher
كُلُّ عِلْمٍ لَيْسَ فِي الْقِرْطَاسِ ضَاعَ وَكُلُّ سِرٍّ جَاوَزَ الاِثْنَيْنِ شَاعَ "Seluruh ilmu yang tidak tercatat di kertas akan lenyap…. Dan seluruh rahasia yang telah melewati dua bibir maka akan tersebar
Minggu, 06 September 2015
Hai positif ,,
Udah berapa bulan gak ngeupload ?
Taudeh. Yang pasti sudah berdebu kali nih blog. Maap.
Hilang bukan berarti tidak nyata.
Aku menghilang untuk menenangkan diriku. Bahwasanyaa
takdir ini baik.
Aku terus bersabar hingga tuhanku mengijabah
doa-doaku menunggu kedatangan yang pastinya datang, in syaa Allah.
Karena Allah sendiri yang berjanji dan berucap
bahwasanya sudah ditetapkan takdir seorang manusia : Rejeki, jodoh, maut,
takdir baik maupun takdir buruk.
Biarlah ini semua urusan langit. Aku hanya
menjalaninya.
Semua pasti baik. In syaa Allah khair.
Yang pasti kejar kebaikan selama nyawa dan raga
masih bersatu.
Karena jika mereka berdua sudah tidak menyatu,
maka putuslah segala harapan untuk masuk syurga. Yang ada tinggal perhitungan
yang sudah kita kejar ketika masih di dunia.
Kalo ada orang yang ngestalk medsos gue dan
menganggap negatip. Biarlah.
Karena aku mencari yang positip biar bisa bersatu
menyalakan kehidupan selanjutnya. Paham ga ? yang anak logic pasti paham. Haha (teori
arus listrik)
Karena kalo dua-duanya postip, ga mungkin. Mungkin
ajasih kalo dia malaikat. Haha.
Yang pasti, gue ini bener-bener si negative yang
menuju postif. Meski usahanya harus mendaki pada tempat yang tinggi. In syaa
Allah gue tetep komite sama diri gue sendiri. Semalas-malasnyaa kita. Kita ga
boleh lebih malas dari hewan yang berhibernasi di musim salju. Yang kerjaannya Cuma
tidur doing, meski hobi gue tidur. Hahaa..
Percayalah, aku si negative yang menunggu si
positif ~~~
Percayalah, aku si putri tidur yang menunggu si
pangeran~~~
#nulisnya sambil cengengesan …wkwkwk
-Senja di kotak Jakarta-
Senja menunggu Tuan
ini surat cinta yang menang dalam lomba tumblogger KITA. gue copas buat kamu yang mencari wanita tanpa melihat kecantikan tapi keshalihannya.
Senja Menunggu Tuan
Datang dari mimpi semalam
Bulan bundar bermandikan sejuta cahaya
Di langit yang merah, ranum seperti anggur
Wajahmu membuai mimpiku
Sang pujaan tak juga datang
Angin berhembus bercabang
Rinduku berbuah lara uh lara
#NowPlaying Angin Pujaan Hujan – Payung Teduh
Salam cinta menuju sore, menuju senja duhai pemilik hati Minko
Tuan, sadarkah kamu? Aku menunggumu dalam diam, menantimu dalam lamunan, dan memelukmu dalam angan-angan. Duhai tuan, pertemuan kita ini tak pernah kita rencanakan, percakapan yang tak pernah terfikirkan, dan bahkan rindu yang tak pernah kita dambakan sebelumnya. Kenapa Zat pemilik segala rasa ini begitu memberkahi kejutan yang bahkan tak pernah aku idamkan?
Lalu sempat aku berfikir, apakah aku harus meminta pada Zat pemilik segala rasa dan segala perasaan agar sudikah kiranya Dia ‘tuk cabut satu nikmat-Nya ini? Bahkan seindah karunia cinta-pun aku tak dapat tenang menikmatinya. Aku pernah mengalaminya, berkali-kali selama setengah umurku ini. Ya, selama ini aku hanya merasa tersakiti dan terbebani. Tapi kenapa kali ini aku begitu yakin akan pengharapan sebuah ikatan suci padamu, tuan? Lalu mengapa aku begitu gundah ketika kau tak berkabar? Lantas mengapa aku begitu rindu ketika kau tak disampingku? Aku disini menunggumu, aku kini bagaikan sebuah kayu yang dibakar, meng-arang, mengeras, lalu tak lantas menjadi abu.Begitulah kira-kira perasaanku padamu, tuan. Walaupun aku benar-benar jatuh ke dalam cintamu, aku tak lantas gugur, aku hanya duduk sejenak menengadahkan tanganku menuju kiblat meminta agar hentikan semua ragu yang muncul ketika aku benar-benar terjatuh.
Perkenalkan Tuan, aku pemilik senja. Aku rela berdiri berhari-hari hanya tuk dapati senja seindah ini. Seindah senja yang kucari berjuta-juta kali. Hanya bermaksud tuk membuat iri bintang-bintang di malam hari bahwa aku ini sedang mengungkapkan isi hati kepada pujaan diri.
Tuan, senja kini sedang berdiri dibawah cahaya lampion kuning dipekarangan hutan pinus. Senja menunggu tuan datang kesini membawa pelukan arti dari janji kebersamaan dan hutang bukti akan kesetiaan. Jika tuan bersedia, tuan cukup datang berikan pelukan. Senja tak butuh ucapan, tuan. Senja menunggu tuan disini, disore hari menuju senja.
Senja di Bukit Bintang Moko, Bandung (me : senja di Bukit jakarta, Senen)
Dibuat Pukul 17:58 membawa bukti penantian (dicopas : pukul 4.57pm membawa bukti penantian pada Rabb-Nya)
Dikirim Pukul 18.28 menunggu janji kesetiaan (dikirim pukul 4.57 menunggu janji kesetiaan dari kamu entah siapa aku tak tahu)
Surat Cinta Untuk Minko
Salam kebahagiaan penuh kasih pengharapan, Senja Menunggu Tuan
Jumat, 17 Juli 2015
mencintai-Nya
Aku menarik nafas, mencoba mengumpulkan semangat untuk hari ini. Hari ini ada agenda kajian di masjid astra. Mengumpulkan energi untuk keluar rumah memang tidak mudah di saat cuaca tidak mendukung dan bulan ini memasuki pekan kedua ramadhan. Aku coba mengumpulkan sekiat tenaga demi ilmu dan bertemu kawan lama. Ibu muda yang sedang berglut dengan tugas akhir S2nya. Kali ini, kami bisa berjalan bersama seperti dulu kala ia masih single. Tapi dia tetaplah wanita yang dulu kala dengan segala kedermawanannya dan keceriaannya. Dan saya yang seperti dulu kata dia seperti kekurangan ekspresi ketika berbicara dengannya. Datar. Jika satu teman yang sudah nikahsudah lupa bahkan bertegur sapa di gruppun tidak pernah. Beda dengan dia, selalu menganggap pentingnya sebuah loyalitas terhadap temannya, meski hanya menanyakan sebuah kabar. Padahal taukah kawan, kehadoranmu dalam percakapan meski menjawab singkat itu mengingatkan kawan yang lainnya. Hingga ketika kawanmu berdoa, dia ingat engkau juga. Begitulah hilmah hadits nabi, yang untuk terus menjaga tali silaturahmi agar takdirmu berubah krn doa diam2 seorang lemah kawanmu.
Cuaca pagi ini dingin. Aku melangkahkan kakiku untuk segera melaju ketempat tujuan sebelum ke tempat tujuan akhir. Masjid. Aku menjemputnya dulu di kediaman ibunya. Karena suaminya sdg tidak ada di rumah, menjaga ayah mertuanya yang sedang sakit. Semoga Allah menyembuhkannya dan kalian diberikan kelapangan dada dan rizki oleh-Nya.
aku mengikuti irama takdirku hari ini. Bertemu dengannya dan berbicara panjang lebar. Mulai dari kondisi ayah mertuanya yang sakit sampai betapa sakitnya di permainkan dosen. Dan nasibnya yang hampir sama dengan aku ktika skripsi. Ganti dosen. Hingga bercerita pengalaman teman-teman kuliahnya yang beragam. Karena ini s2. Bukan s1 yang teman-temannya sudah berbeda atmosfer. Beragam sekali. Ada satu cerita yang menyentuh meski ini cerita dari temanmya yang berprofeai sebagai biarawati. Seorang wanita nashrani yang tidak menikah dan bekerja di gereja. Aku terenyuh dengan percakapannya.
D : suster gak pernah suka sama orang?
S : saya dulu pernah suka sama orang. Tapi sudah saya hapus . Saya alihkan mencintai pada tuhan. Kan ada tuhan yang mesti dicintai.
Lihatlah dia, seorang nashrani yang Allah katakan dalam surat al fatiha di ayat terakhir. "Jangan engkau jadikan kami orang2 yang engkau murkai dan sesat. Orang nashoro itu taat tapi amalannya tidak diterima karena Allah sesatkan. Banyak amal dan taat tapi tidak diterima Allah.
Pelajaran tergelatak banyak di setiap sudut waktu. Aku tertegun karena bagaimana kita bisa lupa mebcintai Allah. Allah yang menciptakan banyak nikmat. Tugas kita di dunia hanyalah neribadah. Mulailah mencintai Allah ta'ala. Lantas langit dan dunia seisinya akan mencintaimu ~~~~
Cuaca pagi ini dingin. Aku melangkahkan kakiku untuk segera melaju ketempat tujuan sebelum ke tempat tujuan akhir. Masjid. Aku menjemputnya dulu di kediaman ibunya. Karena suaminya sdg tidak ada di rumah, menjaga ayah mertuanya yang sedang sakit. Semoga Allah menyembuhkannya dan kalian diberikan kelapangan dada dan rizki oleh-Nya.
aku mengikuti irama takdirku hari ini. Bertemu dengannya dan berbicara panjang lebar. Mulai dari kondisi ayah mertuanya yang sakit sampai betapa sakitnya di permainkan dosen. Dan nasibnya yang hampir sama dengan aku ktika skripsi. Ganti dosen. Hingga bercerita pengalaman teman-teman kuliahnya yang beragam. Karena ini s2. Bukan s1 yang teman-temannya sudah berbeda atmosfer. Beragam sekali. Ada satu cerita yang menyentuh meski ini cerita dari temanmya yang berprofeai sebagai biarawati. Seorang wanita nashrani yang tidak menikah dan bekerja di gereja. Aku terenyuh dengan percakapannya.
D : suster gak pernah suka sama orang?
S : saya dulu pernah suka sama orang. Tapi sudah saya hapus . Saya alihkan mencintai pada tuhan. Kan ada tuhan yang mesti dicintai.
Lihatlah dia, seorang nashrani yang Allah katakan dalam surat al fatiha di ayat terakhir. "Jangan engkau jadikan kami orang2 yang engkau murkai dan sesat. Orang nashoro itu taat tapi amalannya tidak diterima karena Allah sesatkan. Banyak amal dan taat tapi tidak diterima Allah.
Pelajaran tergelatak banyak di setiap sudut waktu. Aku tertegun karena bagaimana kita bisa lupa mebcintai Allah. Allah yang menciptakan banyak nikmat. Tugas kita di dunia hanyalah neribadah. Mulailah mencintai Allah ta'ala. Lantas langit dan dunia seisinya akan mencintaimu ~~~~
Selasa, 02 Juni 2015
enam
"tertera, itu apa ustadzah ?"
"hmm,,, apa ya?"
"oh tercantum,,,"
"tercantum apa ?"
"apa ya? "
"nih liat , ada disini. ini namanya tertera" sambil menunjukkan tulisannya.
kamu tidak akan pernah paham, jika kita seharusnya memahami apa yang mereka tidak paham. menjadi seseorang yang dianggap hebat itu menyulitkan. padahal bukan hebat tapi kita lebih tahu dari mereka. kita sudah melangkah maju dari mereka. mencerna kata-kata yang sebelumnya kita tidak tahu.
setahun sudah aku berada di samping mereka. menambah kosakata mereka. menambah angka-angka yang asing bagi mereka sampai menambah kalamullah-Nya. bersabar atas apa-apa yang mereka hendaki tetapi itu salah. meluruskan yang tadinya belok itu susah. tanpa pertolongan-Nya kita tidak akan bisa meluruskan sesuatu yang bengkok.
ada enam, iya hanya enam. tapi mereka seseorang yang Allah ciptkan dengan ragam tingkah. mulai pendiamnya mereka sampai ramainya celotehan mereka.
"hmm,,, apa ya?"
"oh tercantum,,,"
"tercantum apa ?"
"apa ya? "
"nih liat , ada disini. ini namanya tertera" sambil menunjukkan tulisannya.
kamu tidak akan pernah paham, jika kita seharusnya memahami apa yang mereka tidak paham. menjadi seseorang yang dianggap hebat itu menyulitkan. padahal bukan hebat tapi kita lebih tahu dari mereka. kita sudah melangkah maju dari mereka. mencerna kata-kata yang sebelumnya kita tidak tahu.
setahun sudah aku berada di samping mereka. menambah kosakata mereka. menambah angka-angka yang asing bagi mereka sampai menambah kalamullah-Nya. bersabar atas apa-apa yang mereka hendaki tetapi itu salah. meluruskan yang tadinya belok itu susah. tanpa pertolongan-Nya kita tidak akan bisa meluruskan sesuatu yang bengkok.
ada enam, iya hanya enam. tapi mereka seseorang yang Allah ciptkan dengan ragam tingkah. mulai pendiamnya mereka sampai ramainya celotehan mereka.
Kamis, 14 Mei 2015
hentakan langkah (project novel)
Hari ini
stasiun padat. Penuh orang berdesak-desakkan mencari celah agar bisa dapat
melangkahkan kakinya. Aku selangkah demi selangkah maju mengikuti gerak langkah
seorang laki-laki yang setiap hari kulihat wajahnya,yang setiap hari aku dengarkan ceritanya. Langkahnya cukup
cepat hingga empat kaki ini melangkah cepat untuk mengikuti irama langkahnya. Jam
besar tergantung di atas balkon. Jarum
panjangnya terus berjalan cepat hingga aku melemparkan pandangan ke arah depan. Melihat sesosok yang aku kenal. Hingga aku
berderap terus melangkah.
Aku pikir
perjalanan ini kan terus maju, hingga tak lagi dapat ku kenal wajah-wajah yang
lewat di hadapanku. Aku terus melangkahkan
kaki menuju tujuan perjalanan ini. Aku
terus melangkah mengikuti langkahnya. Entah kapan aku paham kapan kaki ini
berhenti melangkah. Mengistirahatkan kakiku yng lelah. Aku pikir kamu paham, bahwa langkah ini terus
maju tanpa memikirkanmu yang terus berjalan. Atau kamu yang saat itu tak kuasa
menahan langkahku. Aku selalu berpikir demikian. Aku selalu mengkhawatirkan
diriku yang terus melangkah mengikuti langkahnya. Kamu masih saja terus berjalan tanpa melihat langkahku yang
semakin cepat berlalu ke tempat yang akan kutuju.
Aku lihat
kamu baik-baik saja , dan aku berpikir kamu baik meski langkahku sudah maju di
depan langkahmu. Aku terlalu mengkhawatirkan langkahku
yang terus berada maju di depanmu tapi kamu tetap berdiri saja disana. Sepertinya
kamu memang terlihat baik, sehingga aku tak perlu lagi mengkhawatirkan apakah
langkahku ini tepat ?
Selasa, 12 Mei 2015
menjadi wanita
aku pikir hidup ini adil
seseorang yang memang ditempatkan di rumah kelak akan kembali ke asalnya.
jarang sekali aku menemukan kedamaian di luar rumah.
di luar itu ramai. riuh. tak ada sedikitpun ketenangan
kamu pernah ke suatu tempat yang indah tidak ?
aku menemukan ketenangan disana.
semua memang riuh. tapi sibuk dengan urusannya masing-masing.
tak ada pandangan saling memicingkan mata. tidak ada.
kita semua sibuk menghadapkan diri. menyerahkan diri.
betapa dunia ini penuh dusta. berpeluh-peluh mencari sesuatu yang tidak mendatangkan kedamaian.
aku ingin kembali kesana.
aku bosan dengan semua ini. semua penuh pencitraan.
tak ada lagi perasaan tulus.
yang ada keegoisan.
tolong keluarkan ku dari sini.
mari kita bersama mencari ketenangan itu. syurga !
seseorang yang memang ditempatkan di rumah kelak akan kembali ke asalnya.
jarang sekali aku menemukan kedamaian di luar rumah.
di luar itu ramai. riuh. tak ada sedikitpun ketenangan
kamu pernah ke suatu tempat yang indah tidak ?
aku menemukan ketenangan disana.
semua memang riuh. tapi sibuk dengan urusannya masing-masing.
tak ada pandangan saling memicingkan mata. tidak ada.
kita semua sibuk menghadapkan diri. menyerahkan diri.
betapa dunia ini penuh dusta. berpeluh-peluh mencari sesuatu yang tidak mendatangkan kedamaian.
aku ingin kembali kesana.
aku bosan dengan semua ini. semua penuh pencitraan.
tak ada lagi perasaan tulus.
yang ada keegoisan.
tolong keluarkan ku dari sini.
mari kita bersama mencari ketenangan itu. syurga !
Langganan:
Postingan (Atom)